Senin dalam Pekan Paskah III, 20 April 2015


Kis 6: 8-15  +  Mzm 119  +  Yoh 6: 22-29

 

 

 

Lectio

Suatu hari orang banyak, yang masih tinggal di seberang, melihat bahwa di situ tidak ada perahu selain dari pada yang satu tadi dan bahwa Yesus tidak turut naik ke perahu itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya, dan bahwa murid-murid-Nya saja yang berangkat.  Tetapi sementara itu beberapa perahu lain datang dari Tiberias dekat ke tempat mereka makan roti, sesudah Tuhan mengucapkan syukur atasnya.  Ketika orang banyak melihat, bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus.  Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya: "Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?"  Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.  Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."  Lalu kata mereka kepada-Nya: "Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?"  Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah."

 

 

 

Meditatio

Suatu hari orang banyak, yang masih tinggal di seberang, melihat bahwa di situ tidak ada perahu selain dari pada yang satu tadi dan bahwa Yesus tidak turut naik ke perahu itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya, dan bahwa murid-murid-Nya saja yang berangkat.  Tetapi sementara itu beberapa perahu lain datang dari Tiberias dekat ke tempat mereka makan roti, sesudah Tuhan mengucapkan syukur atasnya.  Ketika orang banyak melihat, bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus.  Banyak orang selalu mengamat-amati ke mana saja Yesus melangkahkan kaki. Mereka mencari dan mencari Yesus untuk mendengarkan sabdaNya.

Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya: 'Guru, bilamana Engkau tiba di sini?'. Mereka begitu kagetnya melihat gerak Yesus yang begitu cepat. Naik perahu yang mana Dia tadi?  Yesus menjawab mereka: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang'. Ternyata Yesus tahu tentang keadaan orang-orang yang mengikutiNya. Mereka hanya ingin mencari mukjizat dan mukjizat. Mereka hanya ingin kenyang dengan aneka pemberianNya. Hal yang baik sebenarnya, bahwasannya seseorang mencari dan mencari mukjizatnya, namun apakah hidup hanya bergantung pada mukjizat Tuhan. Tak ubahnya kita hidup hanya bergantung pada pemberian tetangga kita, jika dia pindah dan tidak memberi lagi matilah kita. Kita harus mandiri! Apakah kita juga berdoa dan berdoa, hanya untuk mendapatkan mukjizat? Kita mencari Allah, agar Allah selalu tinggal dalam hidup kita, dan kita tinggal di dalam Allah. 

'Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya', tegas Yesus. Pertama, Yesus mengajak semua orang untuk tidak hanya memikirkan yang hanya sekarang dan yang hanya di sini. Yesus meminta kita untuk berani memandang masa depan. Kita diminta untuk mencari bekal yang bertahan lama, dan mampu menghantar kita kepada hidup yang kekal.  Kedua, Yesus mengajak kita untuk semakin percaya kepadaNya. Sebab Dialah Anak Tunggal Bapa. Hanya kepadaNyalah Bapa berkenan. segala kuasa di surga dan di bumi telah diserahkan kepadaNya (Mat 28: 18), dan hanya oleh Dia hidup kekal akan diberikan kepada setiap orang.

'Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?', sahut mereka.  Sepertinya mereka tertarik juga dengan apa yang dikehendaki sang Guru. Mereka menginginkan juga segala sesuatu yang lebih baik dan lebih indah adanya.  Jawab Yesus kepada mereka: 'inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah'. Percaya kepada Yesus mendatangkan keselamatan. Karena memang Dia telah menebus seluruh umat manusia. Dialah kebangkitan dan hidup. Hanya melalui Dia semua orang beroleh selamat, dan sampai kepada Bapa.

Apa yang kita buat? Tentunya kita harus semakin percaya kepada Yesus Kristus. Percaya adalah sebuah pekerjaan, karena memang harus kita usaha terus-menerus untuk semakin percaya. Sebagaimana yang pernah ditegaskan Paulus: barangsiapa tidak bekerja janganlah dia makan, maka barangsiapa tidak percaya kepada Kristus Tuhan, dia pun tidak selamat. Paskah yang selalu kita rayakan bersama tentunya juga semakin meneguhkan kita dalam hidup bersamaNya. Rahmat kebangkitan memang tidak akan membebaskan kita dari realitas kehidupan yang sering tidak sesuai dengan kebenaran. Kita tetap akan terkena panas matahari dan tamparan hujan, bahkan tantangan dan rintangan hidup terus dating bertubi-tubi, tetapi seperti Stefanus yang tetap berdiri dalam kebenaran dalam menghadapi banyak orang yang menghasut dirinya. Stefanus tetap tegas berdiri dalam kebenaran, dengan wajah yang serupa dengan wajah malaikat (Kis 6: 8-15).

 

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, ajarilah kami untuk semakin berani mencari Engkau karena kami ingin Engkau selalu berserta kami, dan kami ingin tinggal bersamaMu, sebab hanya dalam namaMu ada kenikmatan hidup, dan hanya padaMu ada keselamatan. Amin.

 

 

 

 

Contemplatio :

'Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu'.

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening