Senin dalam Pekan Paskah IV, 27 April 2015

Kis 11: 1-18  +  Mzm 42  +  Yoh 10: 1-10

 

 

 

Lectio

Suatu hari bersabdalah Yesus: 'Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok;  tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba.  Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar. Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.  Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal."

Itulah yang dikatakan Yesus dalam perumpamaan kepada mereka, tetapi mereka tidak mengerti apa maksudnya Ia berkata demikian kepada mereka. Maka kata Yesus sekali lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu.  Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka.  Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.  Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan".

 

 

 

Meditatio

'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok;  tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba', tegas Yesus. Memang benar, mengapa seorang gembala harus memanjat tembok, kalau dia adalah orang yang dipercayai untuk menggembalakan domba.  'Untuk dia penjaga membuka pintu'. Gembala bukanlah penjaga pintu, malah sebaliknya ada seorang penjaga pintu yang akan melayani dirinya dengan membuka dan menutupkan pintu. Setelah pintu dibukakan, maka  'domba-domba mendengarkan suaranya dan gembala itu memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar. Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya, tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal'. Gembala yang baik memang mengenal kawanan dombanya. Mereka mempunyai relasi yang indah. Mereka saling mengenal satu sama lain. Pengenalan mereka membuat semakin mengakrabkan satu sama lain.

Itulah yang dikatakan Yesus dalam perumpamaan kepada mereka, tetapi mereka tidak mengerti apa maksudnya Ia berkata demikian kepada mereka. Entah sejauh mana kelambanan mereka memang dalam memahami sabda dan kehendak sang Guru, sang Gembala agung.  Maka kata Yesus sekali lagi: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah Pintu ke domba-domba itu'. Penyataan Yesus yang menegaskan diriNya tak ubahnya sebuah pintu masuk guna menjumpai kawanan domba; untuk menjumpai kawanan domba secara benar harus melalui pintu, harus melalui Yesus agar menemukan sukacita bersama. 'Akulah Pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput'. Yesus adalah Pintu yang memberi kepastian dan mengarahkan pada keselamatan; bahkan Yesus memberikan jaminan kepada setiap orang yang mau melaluiNya utnuk menemukan keselamatan abadi. Hal yang sama pun pernah disampaikan Yesus:  'Akulah Jalan dan Kebenaran dan Hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku' (Yoh 14: 6). Hanya melalui Yesuslah orang dapat menikmati keselamatan, karena memang Dialah Allah yang menjadi manusia. 'Keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan' (Kis 4: 12), tegas santo Petrus dalam kesaksiannya.

'Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan', tegas Yesus yang membandingkan diriNya dengan mereka yang datang sebelumnya.  'Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka'.  Hanya saja memang tidak dijelaskan siapakah mereka yang dimaksudkanNya itu? Tentunya bukan para nabi? Atau para ahli Tauarat dan orang-orang Farisi yang memang selalu mencari kepuasan diri? Bukankah mereka memberi beban kepada banyak orang tetapi mereka tidak mau menyentuh sedikitpun beban yang diberikan kepada orang lain? Bukankah mereka suka menelan rumah para janda dengan doa yang panjang-panjang  guna mengelabui kejahatan mereka? Yesus datang bukan untuk mencari kepuasan diri, malah Dia hendak menyelamatkan seluruh umat mansuaia, bukan saja kelak di akhir jaman, melainkan semajak sekarang dan di sini, yakni supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur atas kasihMu yang begitu besar di dalam hidup kami. Ajarlah kami untuk semakin setia mengikuti jalan dan pintu yang Engkau tunjukkan kepada kami. Ajarilah kami untuk tidak mudah lari ke sana ke mari hanya guna untuk mendapatkan kepuasan diri. Amin.

 

 

 

Contemplatio :

'Akulah Pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput'.

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening