Hari Raya Tritunggal Tuhan Yang Mahakudus, 31 Mei 2015


Ul 4: 32-40  +  Rm 8: 14-17  +  Mat 28: 16-20

 

 

 

Lectio

Suatu hari  kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka.  Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.  Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.  Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,  dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

 

 

Meditatio

Suatu hari  kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. Tidak diceritakan memang hari apa itu mereka segera berangkat Galilea; tetapi kira-kira pasti setelah mereka mendapatkan kabar dari Maria Magdalena. Bukit apa yang disebutkan, juga tidak ada keterangan lebih lanjut; hanya saja Yesus melalui Maria Magdalena pernah mengatakan supaya saudara dan saudariNya pergi ke Galilea, dan Dia akan mendahului mereka ke sana. Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.  Amat dimengerti kalau ada diantara mereka yang ragu-ragu, mengingat baru sekali itu mereka berjumpa dengan Yesus setelah kebangkitanNya dari alam maut. Kiranya hendaknya semakin kita mengerti perjumpaan sekian kalinya tetap tidak akan banyak mengubah mereka untuk semakin percaya kepadaNya; minimal pengalaman Petrus bersama para muridNya yang pergi semalaman menjala ikan dan tidak mendapatkan seekorpun. Mereka berjumpa dengan Yesus tetapi tidak mengetahui bahwa Dia adalah Yesus.

Yesus mendekati mereka dan berkata: 'kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi'. Yesus sadar sungguh akan kuasa yang dimilikiNya, walau Dia tetap datang hanya untuk melakukan kehendak Bapa yang mengutusNya. Yesus sadar sungguh akan segala yang dimilikiNya, sebab memang 'kemuliaan itu Kumiliki di hadiratNya  sebelum dunia ada' (bdk. Yoh 17: 5).  'Karena itu pergilah, pertama, jadikanlah semua bangsa murid-Ku'.  Perutusan Yesus untuk seluruh umat manusia semakin dikonkritkan dengan tugas perutusan yang diterima para murid. Mereka diminta tidak hanya kepada bangsa Israel saja sebagai bangsa terpilih, melainkan kepada segala bangsa; malah Markus dalam Injilnya, bukan saja kepada segala bangsa, melainkan kepada segala makhluk. Menjadi murid berarti menjadi orang-orang yang percaya dan mengikuti kepadaNya.

Kedua,  'baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus'.  Walau Yesus mempunyai segala kuasa di surga dan di bumi, Dia tidak meminta  semua bangsa dibaptis dalam namaNya yang kudus, melainkan dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus. Karena apa? Karena Dia hanya memalukan kehendak Bapa. Dia selalu ada dalam Bapa, dan Bapa ada dalam Dia; bahkan Roh diriNya sendiri yang akan datang ke dunia hanya melakukan segala yang diperintahkan kepadaNya. Allah Tritunggal yang Mahakudus adalah tanda kehadiran Allah sendiri, dan itu semua adalah kemauan Tuhan Allah. Ketiga,  'ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu'.  Segala pengajaran yang telah diterima para murid itulah yang hendak disampaikan oleh para Rasul kepada segala bangsa. Segala yang pernah didengar dan dilihat, itulah yang diajarkan para murid. Apakah mereka berani mengajarkan? Apakah mereka ingat akan semua yang telah dianjarkan Nya? Ternyata Yesus tidak hanya menyuruh, tetapi juga mendampingi mereka. 'Ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman'.  Dia mendampingi para muridNya sampai akhir jaman. Hanya sampai akhir jaman? Ya Tentunya. Karena bila jaman berakhir, semua orang akan berada bersama Yesus Tuhan sendiri, sebagaimana disabdakanNya bahwa Dia ingin semua orang selalu berada bersama dengan Dia di mana Dia berada. Yesus tidak mendampingi lagi, karena Dia bersama dengan kita semua, dan kita bersama dengan Dia dalam keadaanNya yang sebenarNya.

Bersyukurlah kita orang-orang yang percaya kepada Yesus. Kita menjadi para murid sang Guru kehidupan. Para murid Yesus, dalam Bahasa Paulus adalah mereka semua yang membiarkan diri dipimpin oleh Roh Kudus. Paulus berkata demikian, karena iman kepercayaan kepada Yesus berarti menyatukan seseorang dalam kasih Allah sendiri dan mengalami kehadiran Yesus sendiri yang selalu hadir dalam RohNya yang kudus. Dia tidak lagi berbicara sebagai Orang Nazaret, melainkan dalam RohNya yang kudus. Paulus menuliskan juga: 'semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.  Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia' (Rm 8: 14.17)

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, melalui baptisan kami Kau angkat menjadi anak-anakMu dan Kau selalu mendampingi dengan Roh KudusMu. Perteguh iman kami agar semakin berani dalam membagikan kabar sukacita kepada setiap orang, sehingga tiap orang boleh menikmati kasih dan sukacita daripadaMu. Amin

 

 

Contemplatio

'Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus'.









Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening