Jumat dalam Pekan Biasa VII, 29 Mei 2015

Sir 44: 9-13  +  Mzm 149  +  Mrk 11: 11-26

 

 

 

Lectio

Suatu hari  sesampainya di Yerusalem Yesus masuk ke Bait Allah. Di sana Ia meninjau semuanya, tetapi sebab hari sudah hampir malam Ia keluar ke Betania bersama dengan kedua belas murid-Nya.  Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar. Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara.  Maka kata-Nya kepada pohon itu: "Jangan lagi seorang pun makan buahmu selama-lamanya!" Dan murid-murid-Nya pun mendengarnya.  Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerusalem. Sesudah Yesus masuk ke Bait Allah, mulailah Ia mengusir orang-orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dibalikkan-Nya,  dan Ia tidak memperbolehkan orang membawa barang-barang melintasi halaman Bait Allah.  Lalu Ia mengajar mereka, kata-Nya: "Bukankah ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa? Tetapi kamu ini telah menjadikannya sarang penyamun!"  Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mendengar tentang peristiwa itu, dan mereka berusaha untuk membinasakan Dia, sebab mereka takut kepada-Nya, melihat seluruh orang banyak takjub akan pengajaran-Nya.  Menjelang malam mereka keluar lagi dari kota. Pagi-pagi ketika Yesus dan murid-murid-Nya lewat, mereka melihat pohon ara tadi sudah kering sampai ke akar-akarnya.  Maka teringatlah Petrus akan apa yang telah terjadi, lalu ia berkata kepada Yesus: "Rabi, lihatlah, pohon ara yang Kaukutuk itu sudah kering."  Yesus menjawab mereka: "Percayalah kepada Allah!  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.  Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.  Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu."

 

 

 

Meditatio

Suatu hari  sesampainya di Yerusalem Yesus masuk ke Bait Allah. Di sana Ia meninjau semuanya, tetapi sebab hari sudah hampir malam Ia keluar ke Betania bersama dengan kedua belas murid-Nya.  Di malam hari sepertinya di jaman Yesus belum terbiasa adanya aneka kegiatan di kompleks bait Allah, sebagaimana terjadi sekarang ini. Siang dan malam hari sekarang ini tidak menutup kemungkinan adanya banyak  kegiatan di kompleks-kompeks gereja. Aneka kesempatan ini semakin membuat Gereja hidup dan penuh semarak. Entah Yesus bermalam di mana di Betania. Apakah mereka menginap di rumah Marta dan Maria? Markus tidak mempersoalkan mereka.

Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar. Kenapa Yesus cepat merasa lapar? Apakah tidak sarapan terlebih dahulu pagi sebelum berangkat?  Dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara. Sudah jelas alasannya. Tidak ada yang seharusnya dipersoalkan. Namun kata Yesus  kepada pohon itu: 'jangan lagi seorang pun makan buahmu selama-lamanya!'.  Mengapa Yesus marah terhadap pohon ara itu?  Sekali lagi tidak ada kesalahan yang terjadi pada pohon ara itu. Mengapa Yesus seorang Tuhan harus marah terhadap pohon ara itu, bukankah dia tidak berbuah karena memang bukan musimnya? Apakah karena Yesus lapar sehingga mudah terdorong emosi tinggi?  Murid-murid-Nya pun mendengarnya. Namun mereka berdiam diri, dan tidak menegur sang Guru. Beranikah mereka menegur sang Guru? Mengapa sangat Guru marah, bukankah sekarang memang bukannya musim buah ara? 

Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerusalem. Sesudah Yesus masuk ke Bait Allah, mulailah Ia mengusir orang-orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dibalikkan-Nya,  dan Ia tidak memperbolehkan orang membawa barang-barang melintasi halaman Bait Allah. Apakah semuanya ini kelanjutan dari kemarahannya terhadap pohon ara?  Lalu Ia mengajar mereka, kata-Nya: 'bukankah ada tertulis: rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa? Tetapi kamu ini telah menjadikannya sarang penyamun!'.  Inilah alasan Yesus marah dan marah kembali di dalam bait Allah. Bait Allah adalah tempat berdoa, tetapi telah berubah menjadi sarang penyamun, tempat kejahatan dalam aneka peristiwa jual-beli, yang tentunya beraromakan kejahatan dan ketidakadilan.  Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mendengar tentang peristiwa itu, dan mereka berusaha untuk membinasakan Dia. Apakah mereka, para imam dan ahi-ahli Taurat melihat langsung kejadian itu? Atau apakah mereka hanya mendengarkan laporan dari pada pedagang itu?  Mereka marah kepada Yesus, karena otoritas mereka terganggu dengan tindakan Yesus. Yesus membikin keonaran, dan mendobrak kemapanan yang sudah ada selama ini. Mereka ingin melawan Yesus dengan kekerasan, tetapi  mereka takut kepada-Nya, apalagi melihat seluruh orang banyak takjub akan pengajaran-Nya.  Melawan Yesus bisa berakibat fatal, karena harus berhadapan dengan masyarakat. Apakah para pedagang merasa dirugikan dengan dengan tindakan Yesus? Markus tidak menceritakannya. Minimal banyak orang dibebaskan dari mafia jual beli yang menindas mereka.

Menjelang malam mereka keluar lagi dari kota. Apakah mereka keluar kota untuk mencari penginapan? Tidak adakah penginapan di kota Yerusalem? Bukankah banyak orang takjub kepadaNya? Tidak adakah orang yang bermurah hati kepada mereka? Apakah mereka kembali ke Betania, ke tempat mereka semalam menginap? Pagi-pagi ketika Yesus dan murid-murid-Nya lewat, mereka melihat pohon ara tadi sudah kering sampai ke akar-akarnya. Sepertinya mereka kembali ke Betlehem, sebab mereka melewati pohon ara yang mereka lalui kemarin, tapi entah di tempat mana mereka menginap. Maka teringatlah Petrus akan apa yang telah terjadi, lalu ia berkata kepada Yesus: 'Guru, lihatlah, pohon ara yang Kaukutuk itu sudah kering'. Engkau sungguh Orang yang berkuasa. Pohon-pohonan pun taat kepada perintahMu.  Yesus menjawab mereka: 'percayalah kepada Allah!  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.  Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu'. Yesus menunjukkan kekuatan dari iman kepercayaan yang dimiliki oleh setiap orang. Iman mengikutksertakan Tuhan Allah dalam kata-kata dan perbuatan umatNya. Iman  memampukan setiap orang melibatkan Tuhan dalam setiap karya kegiatan dan pengabdian. Iman membuat yang tidak mungkin bagi nalar kita menjadi mungkin dan itu bisa terjadi. Iman membuat hidup ini semakin indah adanya.

Apakah kemarahan Yesus hanya ingin  membuka wacana kehidupan baru? Bukankah memang pohon ara tidak bersalah, bila tidak berbuah di luar musimnya? 

'Jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu'.  Yesus mengajak kita untuk semakin berani berbagi kasih.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, teguhkanlah iman kepercayaan kami untuk semakin memahami kehendakMu pada diri kami. Teguhkanlah, karena kami ini mudah putus asa, bila keinginan kami tidak tercapai. Amin.

 

 

 

Contemplatio

'Apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu'.

 

 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening