Minggu dalam Pekan Paskah V, 3 Mei 2015

Kis 9: 26-31  +  1Yoh 3: 18-24  +  Yoh 15: 1-8

 

 

 

Lectio

Suatu hari bersabdalah Yesus: 'Aku berkata kepadamu:  Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.  Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.  Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.  Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.  Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.  Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku'.

 

 

 

Meditatio

'Akulah Pokok Anggur yang benar dan Bapa-Kulah Pengusahanya'. Yesus adalah milik Bapa, karena memang Dia datang hanya untuk melaksanakan kehendakNya. Dia datang hanya melakukan kemauan Allah Bapa yang mengutusNya.  'Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah'. Hanya satu intensinya, yakni agar setiap ranting berbuah. Jika tidak  berbuah, mengapa dibiarkan menempel pada Pokok Anggur? Apakah memang langsung dipotong begitu saja, tanpa ada nilai belaskasih, sebagaimana yang dilakukan sang pemilik pohon ara yang masih mengijinkan pohon itu hidup satu tahun lagi, jika tidak, tebanglah?  (Luk 13: 9). Apakah hidup ini hanya menggunakan prinsip utilianisme (kegunaan)? 

'Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu'. Sabda Tuhan memang memberi kehidupan. Sabda Tuhan menguduskan. Namun bukankah kita diajak untuk tidak hanya menjadi pendengar sabda, yang malah sering menipu diri, melainkan menjadi pelaku-pelaku sabda? Benar. Kita diminta menjadi pelaku-pelaku sabda, karena itu 'tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku'. Tinggal dalam Pokok Anggur amat memungkinkan setiap ranting untuk menghasilkan banyak buah. 'Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya, ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia; demikianlah kita ketahui, bahwa Allah ada di dalam kita'  (1Yoh 3: 24). Tinggal dalam Pokok Anggur adalah bahasa halus dari melakukan sabda dan perintah Tuhan Yesus.

'Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa'. Kapan dan bagaimana kita berbuah banyak? Ya, selama kita selalu berani melaksanakan sabda dan kehendakNya. Apa contoh berbuah banyak itu?  Hidup dalam 'kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,  kelemahlembutan, penguasaan diri' (Gal 5: 222-23). Sebaliknya,  'barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku', dia akan melakukan aneka 'percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya', maka 'ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar'.

'Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku'. Kita mempermuliakan Allah, bukan dengan aneka pujian dan tepuk tangan sorak-sorai, atau menyanyikan kemuliaan kudus, melainkan dengan banyak berbuah dalam kehidupan sehari. Hidup kita hendaknya menjadi tanda kehadiran Tuhan yang penuh kasih. Kita layak disebut siswa-siswi lulusan SMTA, bila bisa membaca dengan baik dan benar; demikian juga kita adalah murid-muridNya yang kudus, kalau memang kita menghasilkan banyak buah-buah kebaikan.

'Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu', bagaikan ranting yang tinggal pada pokok anggur, maka  'mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya'. Inilah yang juga kita renungkan kemarin,   'jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya'.  Kapan Tuhan melakukannya? Bagaimana kita dapat memahami sabda ini dengan baik, bila kita tetap melihat adanya ketidakadilan sosial, kemiskinan dan sakit?

 

 

 

Oratio

Ya Bapa di surga, Engkaulah Pengusaha kebun anggur. Engkalau sang Pemilik kami semua. Ajarilah kami untuk selalu setia tinggal dalam Pokok Anggur agar kami menghasilkan banyak buah, yakni kasih yang penuh sukacita, yang siap kami bagikan untuk sesama kami. Amin.

 

 

 

 

Contemplatio

'Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku'.

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening