Minggu dalam Pekan Paskah VII, 17 Mei 2015

Kis 17: 15-26  +  1Yoh 4: 11-16  +  Yoh 17: 11-19

 

 

 

Lectio

Suatu hari  sambil menengadah ke langit, Yesus berkata: 'ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.  Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.  Tetapi sekarang, Aku datang kepada-Mu dan Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka.  Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.  Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat.  Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.  Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.  Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia;  dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran'.

 

 

 

Meditatio

'Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita'. Sebuah doa yang ditunjukkan Yesus kepada Bapa bagi para  muridNya. Yesus meminta agar Bapa memelihara mereka dalam namaNya, yakni Yesus, yang artinya Allah menyelamatkan. Mereka harus dijaga dan diperhatikan agar mereka tetap satu, sebagaimana Bapa dan Putera adalah Satu. Mengapa Yesus meminta Bapa menjaga mereka?

'Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku',  tegas Yesus. Dia selama ini selalu membela dan melindungi umatNya. Semuanya itu dilakukan, karena memang itulah kehendak Bapa di surga. Kalau demikian, mengapa Dia meminta Bapa memelihara mereka? Bukankah Bapa sudah mengetahuinya?  'Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci'. Siapakah dia yang dimaksudkan itu? Apakah Yudas Iskariot? Mengapa dia ditentukan binasa? Allah menghendaki umatNya binasa?  'Tetapi sekarang, Aku datang kepada-Mu dan Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka'.  Yesus menyampaikan semuanya itu kepada Bapa dan meminta Bapa menjaga mereka, karena pertama-tama  Yesus telah melakukan semuanya itu. Yesus menyatakannya, bukan supaya Bapa mengetahuinya, tetapi benar-benar hendak menyatakan segala yang dilakukan adalah kehendak Bapa sendiri. Kedua permohonan yang disampaikan itu juga menegaskan bahwa karya penyelamatan itu bukanlah sebuah pengandaian. Yesus tidak mengandaikan bahwa Bapa akan tetapi melanjutkan karyaNya yang agung, malahan Yesus menegaskan bahwa karya itu benar-benar akan dilanjutkan oleh Bapa. Ketiga,  bukankah segala yang dimohonkan itu didengar oleh para muridNya? Permohanan Yesus kepada Bapa adalah penyataan Anak Manusia, bahwa karya Allah tetap akan berlangsung dari kekal sampai kekal.

'Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia'. Keterpilihan mereka oleh Allah membuat mereka bukan lagi milik dunia. Inilah keindahan keterpilihan yang kita nikmati juga. Kita dipilih Yesus untuk menjadi milikNya. Bukan kamu yang memilih Aku, melainkan Akulah yang memilih kamu.  'Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat'. Para murid, berkat keterpilihan mereka, tidaklah diambil dari dunia, entah dengan mengangkat mereka langsung dari dunia atau dengan peristiwa kematian yang harus dialaminya, tetapi mereka tetap diminta hidup sebagimana adanya, sebagaimana tersurat dalam hukum alam. Malahan sengaja mereka akan mendapatkan perlindungan kasihNya yang menyelamatkan; yang memang  'sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia'. Para murid tetap menjadi bagian dari dunia, karena mereka mendapatkan tugas perutusan daripadaNya. Demikian juga kita, karena itu 'janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini' (Rom 12: 2), pesan Paulus.

'Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran'. Sabda dan kehendak Tuhan itu menguduskan, bahkan lebih dari itu menyelamatkan, karena memang kehendak Allah itu menyelamatkan seluruh umat manusia tanpa terkecuali. Sebagaimana Aku telah menjaga mereka, demikian juga  'Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran'. Sebab Anak Manusia adalah sabda Allah sendiri yang menjadi manusia (Yoh 1). Dialah Allah yang kudus.

Allah selalu menguduskan kita umatNya dengan sabda yang diwartakanNya kepada kita. Dia juga melimpahkan aneka karuniaNya yang menyatukan Gereja. Semuanya itu adalah wujud kasih Allah kepada kita. Karena itu, 'jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi' (1Yoh 4: 11). Inilah sebenarnya tugas perutusan yang diberikan Yesus sendiri kepada para muridNya, sebagaimana yang diterima Yesus dari BapaNya. Yohanes malahan dalam suratnya yang pertama itu mengingatkan bahwa saling mengasihi adalah bukti konkrit kita mengenal Allah dan menjalankan sabda dan kehendakNya. 'Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.  Demikianlah kita ketahui, bahwa kita tetap berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita: Ia telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam Roh-Nya'.

Semuanya harus kita mulai dari keluarga. Keluargalah wadah komunikasi mendasar dan di dalamnya kita berlatih dan berlatih mengenal Tuhan dan sesama.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, bantulah kami agar mampu membangun komunikasi yang baik dengan setiap orang, agar tindakan sekecil apapun yang kami lakukan mampu menghadirkan kasih di dalamnya, yang mencerminkan  Engkau yang adalah  Kasih. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita'.

 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening