Rabu dalam Pekan Paskah V, 6 Mei 2015

Kis 15: 1-6  +  Mzm 122  +  Yoh 15: 1-8

 

 

 

Lectio

Suatu hari bersabdalah Yesus: 'Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.  Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.  Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.  Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.  Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.  Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku'.

 

 

 

Meditatio

'Akulah Pokok Anggur yang benar dan Bapa-Kulah Pengusahanya'. Yesus adalah milik Bapa, karena memang Dia datang hanya untuk melaksanakan kehendakNya. Dia datang hanya melakukan kemauan Allah Bapa yang mengutusNya. Benarlah, kalau Yesus membandingkan Bapa adalah sang PengusahaNya. Dialah sang Pemilik Pokok Anggur dan tentunya juga ranting-ranting yang menempel pada pokok anggur.

'Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah'. Hanya satu intensinya, yakni agar setiap ranting berbuah. Jika tidak  berbuah, mengapa dibiarkan menempel pada Pokok Anggur? Apakah memang langsung dipotong begitu saja, tanpa ada nilai belaskasih, sebagaimana yang dilakukan sang pemilik pohon ara yang masih mengijinkan pohon itu hidup satu tahun lagi, jika tidak, tebanglah?  (Luk 13: 9). Apakah hidup ini hanya menggunakan prinsip utilianisme (kegunaan)? Tidaklah dimaksudkan demikian, sebab Yesus akhirnya menambahkan:  'dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku'. Penegasan Yesus memang mengharapkan agar setiap orang yang percaya kepadaNya mendapatkan hasil dari iman kepercayaan. Sungguh sia-sia bila kita percaya kepada Kristus Tuhan tetapi tidak ada yang harus diunggulkan dalam hidup kita. 'Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga' (Mat 5: 20).

'Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu'. Sabda Tuhan memang memberi kehidupan. Sabda Tuhan menguduskan. Namun bukankah kita diajak untuk hanya menjadi pendengar sabda, yang malah sering menipu diri, melainkan juga menjadi pelaku-pelaku sabda? Benar. Kita diminta menjadi pelaku-pelaku sabda. Karena itu, Yesus malah mengajak: 'tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu'. Tinggal dalam Pokok Anggur amat memungkinkan setiap ranting untuk menghasilkan banyak buah. 'Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya, ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia; demikianlah kita ketahui, bahwa Allah ada di dalam kita'  (1Yoh 3: 24). Tinggal dalam Pokok Anggur adalah bahasa halus dari melakukan sabda dan perintah Tuhan Yesus.

'Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa'. Kapan dan bagaimana kita berbuah banyak? Ya, selama kita selalu berani melaksanakan sabda dan kehendakNya. Apa contoh berbuah banyak itu?  Hidup dalam 'kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,  kelemahlembutan, penguasaan diri' (Gal 5: 222-23). Sebaliknya,  'barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku', dan melakukan aneka 'percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya', maka 'ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar'.

'Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu', bagaikan ranting yang tinggal pada pokok anggur, maka  'mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya'.  Yesus memberi jaminan kepada setiap orang yang tinggal bersamaNya. Jaminan akan segala yang indah dan baik adanya.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami yang sudah menerima sabdaMu dan tinggal di dalamnya kiranya dapat menjadi ranting yang subur dan menghasilkan buah yang banyak. Buah mana dapat dinikmati setiap orang yang kami jumpai, dan merekapun mengalami Engkau di dalamnya. Mampukan kami, ya Yesus, agar senantiasa tinggal dan bersatu dengan Engkau. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa'.

 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening