Rabu dalam Pekan Paskah VII, 20 Mei 2015

Kis 20: 28-38  +  Mzm 68  +  Yoh 17: 11-19





Lectio 

'Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.  Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.  Tetapi sekarang, Aku datang kepada-Mu dan Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka.  Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat. Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran. Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia; dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya merekapun dikuduskan dalam kebenaran'.




Meditatio 

'Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita'. Sebuah doa yang ditunjukkan Yesus kepada Bapa bagi para  muridNya, tentunya bagi kita semua yang percaya kepadaNya. Yesus meminta agar Bapa memelihara mereka dalam namaNya, yakni Yesus, yang artinya Allah menyelamatkan. Mereka harus dijaga dan diperhatikan agar mereka tetap satu, sebagaimana Bapa dan Putera adalah Satu. Mengapa Yesus meminta Bapa menjaga mereka?

'Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku',  tegas Yesus. Tak dapat disangkal selama ini Yesus selalu membela dan melindungi umatNya. Semuanya itu dilakukan, karena memang itulah kehendak Bapa di surga. Kalau demikian, mengapa Dia meminta Bapa memelihara mereka? Bukankah Bapa sudah mengetahuinya?  'Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci'. Siapakah dia yang dimaksudkan itu? Apakah Yudas Iskariot? Mengapa dia ditentukan binasa? Allah menghendaki umatNya binasa? 'Tetapi sekarang, Aku datang kepada-Mu dan Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka'.  Yesus menyampaikan semuanya itu kepada Bapa dan meminta Bapa menjaga mereka, karena pertama-tama  Yesus telah melakukan semuanya itu. Yesus menyatakannya, bukan supaya Bapa mengetahuinya, tetapi benar-benar hendak menyatakan segala yang dilakukan adalah kehendak Bapa sendiri. Kedua permohonan yang disampaikan itu juga menegaskan bahwa karya penyelamatan itu bukanlah sebuah pengandaian. Yesus tidak mengandaikan bahwa Bapa akan tetap melanjutkan karyaNya yang agung, malahan sebaliknya Yesus menegaskan bahwa karya itu benar-benar akan dilanjutkan oleh Bapa. Allah akan tetap melanjutkan karya penyelamatanNya tanpa memperhitungkan segala kelemahan dan keterbatasan umat yang percaya kepadaNya. Ketiga,  bukankah segala yang dimohonkan itu didengar oleh para muridNya? Benar. Yesus sengaja memperdengarkannya. Permohanan Yesus kepada Bapa adalah sebuah penyataan Anak Manusia, bahwa karya Allah tetap akan berlangsung dari kekal sampai kekal.

'Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia'. Keterpilihan mereka oleh Allah membuat mereka bukan lagi milik dunia. Inilah keindahan keterpilihan yang kita nikmati juga. Kita dipilih Yesus untuk menjadi milikNya. Bukan kamu yang memilih Aku, melainkan Akulah yang memilih kamu.  'Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat'. Para murid, berkat keterpilihan mereka, tidaklah diambil dari dunia, entah dengan mengangkat mereka langsung dari dunia atau dengan peristiwa kematian yang harus dialaminya, tetapi mereka tetap diminta hidup sebagimana adanya, sebagaimana tersurat dalam hukum alam. Malahan sengaja mereka akan mendapatkan perlindungan kasihNya yang menyelamatkan, karena 'sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia'. Para murid tetap menjadi bagian dari dunia, karena mereka mendapatkan tugas perutusan daripadaNya. Semua orang yang percaya diutus untuk ikut menyelamatkan dunia. Namun ingat, berjaga-jagalah, anak-anak dunia akan datang bagaikan serigala yang secara sengaja mewartakan ajaran palsu ((Kis 20); dan lebih dari itu, terhadap dunia yang begitu indahnya dan amatlah cerdik itu, 'janganlah kamu menjadi serupa dengan mereka itu' (Rom 12: 2), pesan Paulus. Paulus mengingatkan, karena 'aku telah menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya' (Kis 20: 32), tambahnya.

'Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran'. Sabda dan kehendak Tuhan itu menguduskan, bahkan lebih dari itu menyelamatkan, karena memang kehendak Allah itu menyelamatkan seluruh umat manusia tanpa terkecuali. Sebagaimana Aku telah menjaga mereka, demikian juga  'Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran'.Sebab Anak Manusia adalah sabda Allah sendiri yang menjadi manusia (Yoh 1). Dialah Allah yang kudus. Keberanian setiap orang untuk mendengarkan sabda Allah adalah sebuah keberanian untuk membiarkan diri dikuduskan Allah.


 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kuduskanlah kami selalu dengan sabda dan kehendakMu. Bantulah kami dengan Roh KudusMu, agar kami semakin bersemangat dalam membaca dan mempelajari kitab suciMu. Amin

 

 

Contemplatio

'Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita'.










Oremus Inter Nos, 
Marilah kita saling mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening