Sabtu dalam Pekan Paskah VI, 16 Mei 2015

Kis 18: 23-28  +  Mzm 47  +  Yoh 16: 23-28

 

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus berkata kepada mereka, para muridNya: 'sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku.  Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.  Semuanya ini Kukatakan kepadamu dengan kiasan. Akan tiba saatnya Aku tidak lagi berkata-kata kepadamu dengan kiasan, tetapi terus terang memberitakan Bapa kepadamu.  Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku. Dan tidak Aku katakan kepadamu, bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa,  sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah.  Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa'.

 

 

 

Meditatio

'Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku'. Sebuah penyataan yang memberi jaminan untuk mendapatkan kepastian dalam bermohon. Yesus memberi jaminan seperti itu karena memang Bapa dan Putera adalah Satu. Namun,  'sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku'. Mengapa mereka tidak meminta daripadaNya? Apakah para murid tidak berkekurangan? Kalau mereka selama itu tidak pernah meminta amatlah dimengerti. Mengapa? Karena selama ini mereka selalu bersama Yesus. Adakah bersama Yesus mereka berkekurangan?  'Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu'. Sebuah pernyataan yang tentunya disampaikan kepada kita, bukan kepada para muridNya dahulu. Tentunya kita harus berani memanfaatkannya. Bukankah Dia juga pernah berkata adakah kamu memberi ular kepada anakmu yang meminta ikan?  Kalau kamu yang jahat tahu memberi yang baik, apalagi Bapamu di surga. (Lukas 11:13)

'Semuanya ini Kukatakan kepadamu dengan kiasan. Akan tiba saatnya Aku tidak lagi berkata-kata kepadamu dengan kiasan, tetapi terus terang memberitakan Bapa kepadamu'. Memang tak dapat disangkal Yesus selalu memberitakan segala sesuatu dengan perumpamaan. Semuanya dilakukan karena keterbatasan dan kelemahan daya tangkap mereka para muridNya. Bahkan seperti yang disampaikan oleh Markus dalam Injilnya hari Kenaikan kemarin. 'Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,  mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh' (Mrk 16). Adakah kata-kata Yesus ini bukan sebuah kiasan yang memang menantang setiap orang untuk berani percaya kepadaNya? Atau adakah semuanya itu harus kita mengerti secara lurus? Atau memang Yesus membuat kita orang-orang beriman yang sebatas percaya dengan melihat mukjizat? Apakah iman banyak orang sebatas iman mukjizat?

'Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku; dan tidak Aku katakan kepadamu, bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa,  sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah'. Semuanya itu memang pernah dikatakan Yesus sendiri, barang siapa berani tinggal dalam kasihNya, maka Bapa akan datang kepadanya , dan tinggal bersamanya. 'Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia' (Yoh 14: 23).

'Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa'. Sebab hanya Dia yang datang dari Surga, akan kembali ke surga, sebagaimana dikatakanNya sendiri: 'tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain daripada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia' (Yoh 3: 13). Semuanya itu terjadi dalam peristiwa kenaikanNya ke surga, seperti yang kita rayakan kemarin.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, bantulah agar kami semakin berani memohon kepadaMu dan kuasailah kami dengan Roh KudusMu, agar menghasilkan buah-buah Roh dalam setiap tindakan dan peran kami, sehingga sukacita semakin penuh. Amin

 

 

Contemplatio

'Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu'.

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening