Sabtu dalam Pekan Paskah VII, 23 Mei 2015

Kis 28: 16-20  +  Mzm 11 +  Yoh 21: 20-25




Lectio 

Ketika Petrus berpaling, ia melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata: "Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?" Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: "Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?" Jawab Yesus: "Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku."  Maka tersebarlah kabar di antara saudara-saudara itu, bahwa murid itu tidak akan mati. Tetapi Yesus tidak mengatakan kepada Petrus, bahwa murid itu tidak akan mati, melainkan: "Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu." Dialah murid, yang memberi kesaksian tentang semuanya ini dan yang telah menuliskannya dan kita tahu, bahwa kesaksiannya itu benar.  Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.





Meditatio

Ketika Petrus melihat murid yang dikasihiNya, ia berkata kepada Yesus: "Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?"  Mengapa Petrus bertanya tentang Yohanes kepada Yesus? Apakah pertanyaan Petrus berkaitan dengan permintaan Yesus kepadanya untuk mengembalakan kawanan domba-dombaNya? Mengapa kepercayaan itu tidak disampaikan kepada Yohanes? Bukankah dia adalah murid yang dikasihiNya? Atau nasib  yang hendak dirasakannya yakni dituntun ke tempat yang tidak disukainya itu hanya akan dialaminya sendiri? Tidak dialami oleh murid yang dikasihiNya? 

Jawab Yesus: "Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku."  Yesus meminta Petrus untuk tidak ikut campur dalam urusan orang lain. Sepertinya tugas yang diberikan kepada Petrus berbeda dengan tugas yang akan diberikan kepada Yohanes. Jangan melihat selumbar di mata saudaramu, yang penting bagimu: ikutlah Aku

Mengikuti Yesus memang adalah sebuah sikap pribadi. Kumau ikut Yesus adalah keputusanku, entah kamu sendiri mau ke sana atau ke mari, mau ke kanan atau ke kiri, itu hak kamu. Aku mau ikut Yesus. Aku siap seperti Paulus, yang menegaskan: 'justru karena pengharapan Israellah aku diikat dengan belenggu ini' (Kis 28: 20). Aku mau ikut Yesus, karena aku melihat sesuatu yang indah dalam diriNya, walau aneka tantangan akan saya hadapi. Saya akan tetap maju, tak gentar.

Maka tersebarlah kabar di antara saudara-saudara itu, bahwa murid itu tidak akan mati. Tetapi Yesus tidak mengatakan kepada Petrus, bahwa murid itu tidak akan mati, melainkan: "Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu." Mudah juga ternyata gosip bertebaran di kalangan para murid. Siapakah yang menyebarkan? Apakah Petrus? Atau murid yang dikasihiNya itu? Mengapa Yohanes menceritakan hal ini juga dalam Injilnya? Apa maksudnya? Tak dapat disangkal memang dalam diri murid-murid yang mengikuti sang Guru masih juga bercokol kecenderungan insani dalam diri mereka. Mengikuti Yesus tidak membuat diri setiap orang untuk tidak terikat oleh hukum alam.

Yohanes sang penulis Injil ini adalah murid yang dikasihiNya. Dia tidak mau menyebutkan namanya secara tegas. Dia hanyalah seorang murid, tetapi dia merasa bahwa dirinya adalah seorang yang dikasihi sang Gurunya. Tentunya dia juga tidak menolak bahwa sang Guru juga mengasihi semua muridNya. Kesadaran diri sebagai seseorang yang dikasihi oleh Tuhan Allah adalah amat penting bagi setiap orang untuk melangkah kaki menatap masa depan yang terbuka lebar dan menantang itu. Yohanes adalah dia seorang murid, yang memberi kesaksian tentang semuanya ini dan yang telah menuliskannya dan kita tahu, bahwa kesaksiannya itu benar.  Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu. Yohanes menceritakan apa adanya, yang dilihatnya dengan mata, yang didengarnya dengan telinga, yang diraba dengan tangannya, dan yang dirasakannya dengan hati. 




Oratio

Ya Yesus Tuhan, aku ingin mengikuti Engkau selalu. Teguhkanlah hati dan budi kami, agar kami kedapatan setia sampai akhir hidup ini, sebab jujur saja ada banyak yang indah dan menarik dalam perjalanan hidup ini, terlebih bila aku merasa capek dan letih.




Contemplatio

 'Ikutlah Aku'.











Oremus Inter Nos, 
Marilah kita saling mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening