Selasa dalam Pekan Biasa VIII, 26 Mei 2015


Sir 35: 1-12  +  Mzm 50  +  Mrk 10: 28-31





Lectio 

Suatu hari Berkatalah Petrus kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!"  Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya,  orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal. Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."




Meditatio 

"Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!"  Sebuah pertanyaan yang diajukan Petrus kepada Yesus. Sepertinya dia bereaksi keras terhadap Yesus yang menegaskan betapa sulitnya masuk Kerajaan Surga itu bagi orang-orang kaya. Petrus sepertinya berpikir mundur; bukannya dia mengikuti Yesus Kristus, malah sebaliknya dia meninggalkan segala sesuatu, lalu mau menjadi muridNya. Titik tekannya yang berbeda. Yesus tidak terbawa reaksi Petrus, malah Dia menegaskan: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya  setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya,  orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal". Memberi sedikit kepada Tuhan akan mendapatkan ganjaran yang berlimpah-limpah. Orang yang meninggalkan segala-galanya akan mendapatkan ganjaran seratus kali lipat dari segala yang pernah ditinggalkannya. Lebih lagi, dia akan mendapatkan hidup kekal, karena memang dia berani mengamini sabda dan kehendak Tuhan. Sabda dan kehendak Tuhan yang menjadi ukurannya; dan bukankah juga seperti dikatakan oleh Putera Sirakh bahwa memperhatikan perintah Tuhan itu adalah sebuah persembahan keselamatan (35: 1)? Namun tak dapat disangkal, aneka perlawanan tetap akan dihadapi oleh orang yang telah berserah diri kepadaNya. Bukankah Yesus sendiri pernah berkata karena namaKu kamu akan diserahkan Mahkamah dan akan mendapatkan banyak perlawanan, bahkan bukan dari mereka uang jauh di sana, melainkan mereka yang satu rumah dengan kita.

Kalau kita tinggalkan semuanya itu, lalu mau kemana kita? Sekali lagi, ke mana lagi kalau bukan mengikuti Yesus Kristus, sang Guru, Orang baik, yang memberi kehidupan kekal. Ungkapan di atas memang penyataan hiperbolis, tetapi tak dapat disangkal keberanian setiap orang untuk meninggalkan segala-galanya, dan tidak terikat terhadap segala yang ada, termasuk keluarganya, dan hidup dengan lebih mengutamakan Tuhan, berkat Tuhan akan selalu dinikmatinya. carilah Kerajaan Allah terlebih dahulu, maka yang lain akan ditambahkan kepadamu.

"Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu", tambah Yesus. Penegasan ini mengingatkan bahwa segala karunia itu kembali menjadi hak prerogatif Tuhan Allah sendiri. Setiap orang yang telah merasa berjasa, merasa telah melakukan hal yang baik, tidak mampu menentukan dialah yang harus menjadi nomor satu, dan beroleh lebih banyak karuniaNya. Seseorang tidak bisa mengandalkan segala kemampuan yang dapat diberikannya. Sebaliknya dia hanya bisa berharap dan berharap akan kasih Tuhan kepada setiap orang yang berkenan kepadaNya. Seseorang yang berserah diri kepada Tuhan adalah orang yang menomorsatukan Tuhan Allah dalam seluruh hidupnya.

Ketidakterikatan seseorang terhadap harta benda yang dimilikinya memang akan membebaskan jiwa dari segala keterkungkungan diri. Tuhan yang telah memberi, Tuhan yang mengambil, Terpujilah Tuhan. Sebuah seruan Ayub akan segala pemberian Tuhan. Sebagai seorang yang jujur dalam hidupnya, Ayub tidak gentar bila segala yang telah diterimanya dari Tuhan, diambilNya kembali. Tuhan Allah akan atur segalanya. Inilah iman seseorang yang bebas jiwanya dari segala kungkungan harta benda. Dia berterima kasih atas segala yang boleh dinikmatinya dalam hidup. Aku tahu Penebusku. Setelah badanku hancur, aku akan melihat Dia dengan mata kepalaku sendiri.




Oratio

Ya Yesus, terima kasih banyak atas berkatMu kepada kami. Ajarilah kami untuk semakin bersyukur dan berterima kasih atas segala pemberianMu. Semuanya terjadi, karena Engkau menghendaki kami semua bahagia. 
Santo Filipus Neri, Doakanlah kami. Amin.




Contemplatio 

"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya  setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya,  orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat".










Oremus Inter Nos, 
Marilah kita saling mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening