Senin dalam Pekan Paskah VII, 18 Mei 2015

Kis 19: 1-9  +  Mzm 68  +  Yoh 16: 29-33

 

 

 

Lectio

Suatu hari  berkatalah murid-murid kepada Yesus: "Lihat, sekarang Engkau terus terang berkata-kata dan Engkau tidak memakai kiasan.  Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepada-Mu. Karena itu kami percaya, bahwa Engkau datang dari Allah."  Jawab Yesus kepada mereka: "Percayakah kamu sekarang?  Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu diceraiberaikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia."

 

 

 

Meditatio

'Lihat, sekarang Engkau terus terang berkata-kata dan Engkau tidak memakai kiasan', tegas para murid kepada Yesus.  'Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepada-Mu. Karena itu kami percaya, bahwa Engkau datang dari Allah'. Mengapa baru sekarang mereka mengerti?  Dan sejauhmana mereka mengerti sabda dan kehendak sang Guru? Mereka sekarang merasa sudah tidak perlu bertanya-tanya lagi tentang Dia. Namun perlu kiranya disyukuri bersama,  bahwasannya mereka percaya kalau Yesus, sang Guru mereka adalah Dia yang datang dari Allah. 

'Percayakah kamu sekarang?', tanya Yesus balik kepada mereka.  'Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu diceraiberaikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri'. Yesus sepertinya meragukan kepercayaan mereka. Sebab Yesus tahu bahwa mereka akan meninggalkan diriNya seorang diri. Kepercayaan mereka kepada sang Guru sepertinya belum mampu membangkitkan semangat mereka untuk selalu bersama sang Guru, terlebih ketika Dia harus menghadapi salib hidup yang dipanggulNya. Yesus tidak putus asa atau pun gelisah dengan kenyataan hidup mereka, malah Yesus semakin menegaskan: benar memang kamu akan meninggalkan Aku,  'tetapi  Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku'. Bukankah selalu dikatakan, bahwa Anak ada dalam Bapa, dan Bapa ada dalam Anak; dan bukankah mereka itu Satu? Dia pun akan meninggalkan para muridNya, karena memang Dia hendak mempermuliakan sang Bapa di kayu salib? Itulah makanya Yesus pun berkata:  'semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku'.  

'Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia'.  Apakah dengan berkata demikian berarti penderitaan itu memang merupakan prasyarat bagi setiap para murid, dan kita juga, dalam menghadapi kenyataan hidup? Bukankah dunia telah dikalahkan, dan dengan demikian sudah beroleh jaminan akan keselamatan yang dijanjikanNya? Kesetiaan para murid kiranya juga akan menjadi perhitungan kelak di akhir jaman; mereka telah mendapatkan jaminan keselamatan, kiranya perlu kesetiaan untuk mulai menikmatinya dalam perjalanan hidup ini, di sini dan sekarang. Barangsiapa bertahan sampai akhir, dia akan beroleh selamat (Mat 10: 22).

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, bantulah kami dengan Roh KudusMu, agar kami kedapatan setia dalam menikmati janji keselamatan yang Engkau berikan, walau harus melalui malam gelap kehidupan ini, padang gurun yang sepi dan menantang. Amin.

 

 

 

Contemplatio

'Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia'.

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening