Hari Raya Hati Kudus Yesus, 12 Juni 2015

Hos 11: 3-4  +  Ef 3: 8-12  +  Yoh 19: 31-37

 

 

 

Lectio

Hari wafatNya Yesus adalah persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib -- sebab Sabat itu adalah hari yang besar -- maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan.  Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus;  tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,  tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.  Dan orang yang melihat hal itu sendiri yang memberikan kesaksian ini dan kesaksiannya benar, dan ia tahu, bahwa ia mengatakan kebenaran, supaya kamu juga percaya.  Sebab hal itu terjadi, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci: "Tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan."  Dan ada pula nas yang mengatakan: "Mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam."

 

 

 

Meditatio

Hari wafatNya Yesus adalah hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib -- sebab Sabat itu adalah hari yang besar -- maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan.  Alasan yang sungguh jelas, hari Sabat adalah hari besar, maka tidak layak memang kalau ada jenazah-jenazah  yang bergantung di kayu salib. Mematahkan kaki orang-orang yang tergantung di kayu salib adalah proses percepatan agar mereka segera  cepat mati, dan tidak menjadi pemandangan yang suram, maka jenazah-jenazah pun segera diturunkan. Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus. Mengapa Yesus dilewati terlebih dahulu waktu itu? Mengapa Yesus baru nomer tiga untuk dipatahkan  tulang kakiNya? Apakah karena gemparNya Orang satu ini, sehingga harus nomer tiga atau pada bagian terakhir baru dipatahkan tulangNya?

Ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,  tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air. Entah kenapa orang itu tiba-tiba melempar lembing ke lambung Yesus? Apakah dia hendak membuktikan bahwa Dia sudah mati atau belum? Kematian harus diperoleh secara pasti dari setiap orang yang disalibkan. Sebab memang orang-orang besar dalam kejahatan yang biasanya disalibkan; dan Yesus diklasifikasikan dengan mereka.  Orang yang melihat hal itu sendiri yang memberikan kesaksian ini dan kesaksiannya benar. Orang Nazaret ini sungguh telah mati.  Dia tahu, bahwa Orang ini telah mati. Tidak ada udara atau hembusan nafas yang keluar daripadaNya. Hanya darah dan air yang keluar. Dia mengatakan kebenaran,  bahwa Orang yang baru saja ditembus lambungNya ini  sungguh-sungguh telah mati. Dia membuktikan kematianNya, supaya kamu juga percaya.

KematianNya  sungguh  terjadi, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci: 'tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan', dan 'mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam'. Kematian Yesus memang sungguh terjadi. Dia tidak pura-pura mati, atau Dia mati suri karena sakit dan deritaNya, melainkan Dia benar-benar tidak bernafas lagi, karena Dia memang telah mati. Kematian Yesus telah dipertanggungjawabkan oleh seorang prajurit yang menusukkan lembingnya pada lambungNya; sedangkan kematianNya telah dipertanggungjawabkan Yesus sendiri ketika Dia menyerahkan nyawaNya dengan berkata: 'sudah selesai' (Yoh 19: 30).

Kematian Yesus adalah sebuah penyerahan diri, kurban penebusan Allah yang terlaksana dalam diri Yesus, manusia seperti kita, kecuali dalam hal dosa. Dia tidak dikalahkan, karena dengan rela Dia menyerahkan nyawaNya demi keselamatan seluruh umat manusia. Dalam hari raya Hati Kudus Yesus ini, kita diajak untuk semakin memahami bahwa kematianNya, yang disaksikan seorang prajurit tadi, sungguh-sungguh terjadi. Dia benar-benar mempunyai hati terhadap umatNya. Keberanian dan kemauan kita untuk memahami kematianNya mempunyai makna, kita juga sependapat dan sepaham dengan yang dilakukanNya. Paulus menulis: 'aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah' (Ef 3: 18-19). Kemauan dan keberanian kita untuk memahami belaskasih Kristus yang tampak dalam kematian menunjukkan keterlibatan kita dalam kematianNya yang menyelamatkan. Kita menyadari betapa besar kasih Allah kepada umatNya tampak nyata dalam pemahaman kita akan kematian Kristus.

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                             

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, dengan wafat di salib menunjukkan kasihMu yang begitu besar dalam karya penyelamatan umat manusia. Kiranya kami semakin memahami kasihMu yang tiada batasnya kepada setiap orang, dan kamipun belajar dari hati KudusMu, ya Yesus, untuk dapat mengasihi sesama.

Hati Kudus Yesus, dampingi dan mampukan kami untuk dapat mengasihi dengan tulus. Amin

 

 


Contemplatio

'Saat itu segera mengalirlah keluar darah dan air dari lambungNya'.

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening