Hari Raya Santo Petrus dan Paulus, 29 Juni 2015


Kis 12: 1-12  +  2Tim 4: 6-18   +  Mat 16:  13-19

 

 

 

Lectio

Sesudah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?"  Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi."  Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?"  Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"  Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.  Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.  Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."

 

 

 

Meditatio

Sesudah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: 'kata orang, siapakah Anak Manusia itu?'. Yesus bertanya demikian, bukan karena Dia tidak tahu siapakah diriNya, atau tidak tahu apa yang ada dalam isi hati umatNya, melainkan sepertinya Dia mempunyai maksud tertentu. Dengan jujur mereka menjawab:  'ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi'. Itulah Anak Manusia menurut banyak orang. Mengapa tidak ada yang menyebut Anak Manusia sebagai Musa? Bukankah Musa mempunyai pengalaman sejarah yang tidak bisa dilupakan dari ingatan bangsa Israel? Apakah Yesus tidak menampakkan sikap dan tindakan seorang Musa? Apakah karena sikap dan tindakan Yesus yang selalu berlawanan dengan hukum Taurat maka mereka tidak menyamakan Anak Manusia dengan Musa?  

Lalu Yesus bertanya kepada mereka: 'tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?'. Pertanyaan Yesus terhadap  muridNya juga hendak mengetahui sejauh mana mereka mengenal sang Guru. Mereka selalu mengikuti diriNya, apakah pengenalan mereka sama saja dengan orang-orang lainnya?  Maka jawab Simon Petrus: 'Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!'.  Petrus mampu melihat dan merasakan bahwa Yesus, sang Guru mereka adalah seorang Allah. Dia bukan sebatas Anak Manusia, melainkan seorang Anak Allah. Dia adalah Allah yang menjadi manusia.  

Kata Yesus kepadanya: 'berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga'. Pengenalan Petrus bukanlah semata-mata karena kemampuan insaninya dalam mengenal Allah. Allah sendiri turut bekerja dalam diri setiap umatNya agar mereka, kita semua mengenal Dia sang empunya kehidupan. Bahkan para murid adalah orang yang dipercaya Bapa untuk diselamatkan. 'Mereka semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu' (Yoh 17: 7). Keselamatan itu memang diberikan kepada 'orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya' (Mat 20: 23). Penyataan Yesus hendak menegaskan kepada Petrus  bahwa dirinya adalah salah seorang yang dipilihNya untuk selamat.

'Aku pun berkata kepadamu: engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya'. Petrus dipercayai untuk mendirikan Gereja umat Allah. Yang mendirikan memang Kristus sendiri, tetapi Petruslah yang akan mengepalai sebagai komunitasNya yang satu dan kudus. Kristus sendiri tinggal dalam GerejaNya, Dia tidak akan melepaskannya seorang diri, karena itu kuasa maut tak akan menguasainya.  'Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga'. Yesus benar-benar percaya kepada Petrus, percaya kepada umatNya bahwa semua orang dapat menikmati keselamatan. Itulah yang juga dipercayai Paulus, bahwa memang keselamatan itu disediakan bagi semua orang tanpa terkecuali. Dia menulis kepercayaan dan pengalaman hidupnya, katanya:  'sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya' (2Tim 4: 8).

'Seorang malaikat Tuhan dekat Petrus dan cahaya bersinar dalam ruang itu. Malaikat itu menepuk Petrus untuk membangunkannya, katanya: bangunlah segera!  Maka gugurlah rantai itu dari tangan Petrus. Lalu kata malaikat itu kepadanya: ikatlah pinggangmu dan kenakanlah sepatumu!  Kenakanlah jubahmu dan ikutlah aku!' (Kis 12: 7-8). Tangan Tuhan menyelamatkan Petrus. Kita memang diundang untuk percaya kepada Allah, karena memang Allah menghendaki semua orang beroleh selamat, tetapi tak dapat disangkal Kristus Tuhan Allah sang Empunya kehidupan itu juga percaya kepada kita. Kepercayaan Kristus kepada kita adalah kasihNya sendiri kepada kita sehingga Dia siap menjadi kurban tebusan bagi seluruh umatNya.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, berkat kasihMu, kami mampu mengenali Engkau sebagai Mesias, sang Empunya kehidupan yang memberikan keselamatan bagi kami.

Santo Petrus dan Paulus, doakanlah kami. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!'.

 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening