Jumat dalam Pekan Biasa VIII, 5 Juni 2015


Tb 11: 5-17  +  Mzm 146  +  Mrk 12: 35-37

 

 

 

Lectio

Pada suatu kali ketika Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berkata: "Bagaimana ahli-ahli Taurat dapat mengatakan, bahwa Mesias adalah anak Daud?  Daud sendiri oleh pimpinan Roh Kudus berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu.  Daud sendiri menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?" Orang banyak yang besar jumlahnya mendengarkan Dia dengan penuh minat.

 

 

 

Meditatio

Pada suatu kali ketika Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berkata: 'bagaimana ahli-ahli Taurat dapat mengatakan, bahwa Mesias adalah anak Daud?'.  Mesias itu anak keturunan Daud. Dia ada sesudah Daud, karena memang Dia adalah keturunan daripadanya. Padahal  'Daud sendiri oleh pimpinan Roh Kudus berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu'. Mesias itu ternyata Tuan atau Pembesar dari raja Daud itu sendiri. Jadi  'Daud sendiri menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?'. Dia yang adalah keturunannya ternyata lebih agung dan mulia daripada dirinya sendiri. Mengapa? Karena memang Dia ada sebelum dunia ada. Dia adalah Firman Allah yang menjadi manusia. Dia mempunyai kemuliaan yang dimilikiNya sebelum dunia ada. Dia Tuhan yang berkuasa atas surga dan bumi. Secara insani memang Mesias adalah keturunan Daud, tetapi Dia adalah Allah yang menjadi manusia, dan tinggal di tengah-tengah umatNya. Dia yang ada dari semenjak semula mau turun ke dunia setelah raja Daud dinobatkan.

Orang banyak yang besar jumlahnya mendengarkan Dia dengan penuh minat. Yesus sepertinya sedang mengadakan lectio divina bersama mereka semua. Mereka diminta dan diajakNya bertanya-tanya: mengapa teks itu tertulis demikian? Apa yang dimaksudkanNya? Bagaimana Dia yang adalah Anaknya, tetapi disebut Tuannya? Yesus mengajak semua orang yang mendengarkan pengajaran berani bertanya dan merenungkan; bukan hanya berdiam diri dan membisu. Sabda Tuhan sungguh-sungguh berbicara kepada kita, kalau memang kita mempertanyakannya. Bukankah Maria telah memberi contoh kepada kita, yang dengan berani bertanya kepadaNya: bagaimana mungkin semuanya itu terjadi, karena aku belum bersuami.

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, Engkau sungguh Sabda yang menjadi Manusia dan tinggal di antara kami, dampingi dan mampukanlah kami agar berani bertanya dan bertanya dalam merenungkan sabdaMu, sehingga kami memahami kehendakMu dalam hidup kami. Bersabdalah ya Tuhan, kami siap mendengarkanMu.

Santo Bonifasius, doakanlah kami. Amin

 

 

 

Contemplatio

Bersabdalah ya Tuhan, kami siap mendengarkanMu.

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening