Jumat dalam Pekan Biasa XII, 26 Juni 2015

Kej 17: 15-20  +  Mzm 128  +  Mat 8:  1-4

 

 

 

Lectio

Setelah Yesus turun dari bukit, orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia.  Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku."  Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya. Lalu Yesus berkata kepadanya: "Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka."

 

 

 

Meditatio

Setelah Yesus turun dari bukit, orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Sepertinya semakin banyak orang tertarik pada sang Guru dari Nazaret. Dia mengajar dengan penuh kuasa dan wibawa; apalagi dengan segala kemampuan yang dimilikiNya, Yesus menghadirkan kuasa Kerajaan Allah dalam setiap pengajaranNya.  Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya.  Siapakah dia yang datang itu, tidak ada identitas yang menyatakannya. Apakah sudah berusia atau masih muda? Apakah laki-laki atau perempuan? Perempuan pun dalam karya keselamatan adalah kaum pemberani, sebagaimana diceritakan dalam Injil. Ingat perempuan yang sudah duabelas tahun sakit pendarahan. Ingatlah Marta dan Maria. Ingatlah juga Maria dan Elizabet. Perempuan sering berdiri di barisan depan dalam karya penyelamatan.  Lalu sujudlah  orang itu menyembah Dia dan berkata: 'Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku'. Sebuah permohonan yang penuh kepasrahan diri. Dia meminta dan meminta, tetapi semuanya diserahkan kepada sang Tuan, jikalau memang Dia berkenan. Dia membutuhkan tetapi tidak mau merebut. Dia memohon pertolongan tetapi tidak memaksa, walau dia dalam keadaan sakit berat. Orang kusta itu sepertinya orang yang benar-benar beriman.

Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: 'Aku mau, jadilah engkau tahir'. Yesus yang tahu kebutuhan akan umatNya langsung mengamini permintaan orang itu. Yesus tidak menanyakan sesuatu apapun daripadaNya. Aturan administratif belumlah berlalu seperti sekarang ini, karena memang belum waktunya, lagi pula jumlah umat Gereja tidaklah seperti sekarang ini. Kemajuan jaman menuntut aturan sebagaimana  mestinya.  Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.  Segalanya terjadi dengan indahnya hanya karena Tuhan Allah sang empunya kehidupan ini terlibat di dalamnya. Dalam Yesus semuanya akan terjadi dengan indahnya.

Lalu Yesus berkata kepadanya: 'ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka'.  Yesus tidak meminta orang yang dahulunya kusta itu menjadi muridNya. Dia tidak meminta, dia pun mengucapkan syukur kepada Allah. Yesus hanya meminta dia mengikuti aturan yang ada pada waktu itu yakni memperlihatkan diri kepada para imam, yang mempunyai hak untuk mengatakan seseorang itu sehat atau tidak. Mereka bertindak demikian mengingat adanya anggapan bahwa sakit adalah kutukan dari Tuhan.

Tuhan Allah memang selalu memperhatikan kebutuhan umatNya, walau tak dapat disangkal segala kemauan orang-orang yang dikasihi tidak selalu diaminiNya. Segala-galanya menurut kemauan dan kehendak Allah sendiri. Abraham dalam cerita hidupnya yang mengusulkan Ismael menjadi seorang yang berkenan kepadaNya, menjadi orang pilihan, tidaklah mendapat jawaban sebagaimana mestinya.  'Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya. Perjanjian-Ku akan Kuadakan dengan Ishak, yang akan dilahirkan Sara bagimu tahun yang akan datang pada waktu seperti ini juga', tegas Allah sang Pencipta.  Kendati demikian, Allah tidak membuang orang-orang yang tidak dipilihNya. Kasih Tuhan tetap kepada seluruh umatNya. Karena itu,  'tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar' (Kej 17: 19-21). Kasih Tuhan mengatasi segala kemampuan dan keinginan umatNya. Kasih Tuhan melebihi segala kebutuhan yang diperlukan umatNya.

 

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, teguhkanlah kami agar semakin berserah diri kepadaMu ketika menghadapi pencobaan, agar kehendakMu yang terjadi, sebab Engkau tahu yang terbaik bagi kami. Kami persembahkan semuanya hanya ke dalam tangan kasihMu ya Yesus. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku'.

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening