Kamis dalam Pekan Biasa XI, 18 Juni 2015

2Kor 11: 1-11  +  Mzm 111  +  Mat 6:  7-15

 

 

 

Lectio

Bersabdalah Yesus kepada para muridNya: 'dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.  Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.  Karena itu berdoalah demikian:

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,  datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.  Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya  dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;  dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang Empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.

Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.  Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu'.

 

 

 

Meditatio

'Dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.  Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya'.  Penegasan Yesus kepada para muridNya. Berdoa harus jelas dan tegas, dengan mengetahui sungguh apa yang didoakan dan diminta. Berdoa yang menggunakan aneka kata-kata yang mengajar kita berputar-putar untuk memahaminya membuat orang yang bersangkutan lupa yang hendak dikatakan. Yesus meminta setiap orang untuk berani berdoa dan berdoa tanpa panjang lebar kata-kata yang diucapkannya, karena memang Tuhan Bapa di surga sudah tahu segala yang menjadi kebutuhan kita. Namun kenapa Yesus meminta kita tetap berdoa, kalau Tuhan Bapa di surga sudah tahu kebutuhan kita? Mengapa Tuhan Bapa di surga tidak seperti orangtua kita, yang ketika kita masih kecil, menyiapkan makanan, dan langsung menyuapkannya kepada kita walau kita pada waktu itu tidak meminta? Orangtua kita tahu apa yang menjadi kebutuhan kita, maka dia, tanpa kita harus menangis terlebih dahulu, langsung menyiapkan dan menyuapkan makanan kepada kita.  Orangtua yang baik memang tidak selalu memanjakan kita anak-anaknya. Setiap orangtua secara sadar tahu apa yang terbaik bagi anak-anaknya. Tidak ada orangtua yang memberikan ular kepada anak-anaknya yang meminta ikan. Demikian Tuhan Allah Bapa di surga.   

Karena itu berdoalah demikian:  Bapa kami yang di sorga,  sebab Bapa adalah sang Pencipta. Dialah sang Empunya kehidupan. Dia bertakta di surga di atas, dan bukan di bawah. Dikuduskanlah nama-Mu, karena memang Dialah kemuliaan abadi, dari kekal sampai kekal. Hanya Dialah yang patut dipuji dan disembah.  Datanglah Kerajaan-Mu, karena kami yakin Engkau tidak akan tinggal jauh di sana terus, Engkau ingin menyertai dan mendampingi kami. Engkau tidak menghendaki kami sendirian.  Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga, sebab memang bumi dan surga ini sungguh berbeda dan bahkan berlainan atau berlawanan. Namun bumi akan menjadi surga bila kehendakMu diamini oleh seluruh umat manusia. Engkau menginginkan, tak ubahnya  ketika angin berhembus semua pohon merunduk.  Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya, sebab besok lagi kami akan meminta kembali untuk hal yang sama. Untuk apalah kami makan berlebihan hari ini, tetapi membuat perut sakit, dan itupun besok lapar lagi. Bukankah lebih baik hari ini kami cukup kenyang dan besok meminta kembali kelimpahan kasihMu. Ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami, sebab memang pengampunan itu benar-benar terasa dan membebaskan. Pengampunan yang kita berikan kepada orang lain memang membuat sesama kita itu kembali merasakan sapaan dan rangkulan kami. Dia tidak merasa diasingkan dan dibuang. Pengampuanan kami membuat orang lain merasa damai dan penuh sukacita. Tentunya pengampunanMu sungguh berbeda lagi, karena Engkau mengutus Yesus Puteramu sebagai kurban tebusan bagi kami semua.  Janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat, sebab kami ini amat lemah. Roh kami ini penurut dan daging kami lemah. Tuhan kami ingin sekali merasakan kemanjaan kasihMu yang menyelamatkan

Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.  Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu. Apakah pengampunan Bapa di surga begitu tergantung dan sebatas sikap kita kepada sesama? Tentunya tidak, pengampunan Allah tidak pernah tergantung pada sikap kita pada sesame. Namun kiranya smekain menjadi permenungan bagi kita:  bagaimana mungkin kita memohon pengampunan Allah, sedangkan kita sendiri tidak bersedia mengampuni sesama? Jadi permohonan pengampunan akan semakin terasa indah dan mengena kepada kita, kalua memang kita juga mau bersikap seperti Allah sendiri yang rela mengampuni betapa besar segala dosa dan kesalahan kita.

Ya Tuhan Bapa di surga, semua itu kami mohon kepadaMu, karena Engkaulah yang Empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus, mampukanlah kami untuk dapat mengampuni sesama kami, agar rahmat pengampunanMu bebas meraja dalam hidup kami, dan kami pun membagikan kepada orang-orng yang ada di sekitar kami. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Janganlah kamu berdoa seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya'.  

 

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening