Peringatan Santo Barnabas, 11 Juni 2015


Kis 11: 21-26  +  Mzm 98  +  Mat 10: 7-13

 

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus berkata kepada para muridNya: 'waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya.  Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah.  Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga.  Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.  Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka.  Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.  Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang'.

 

 

Meditatio

'Waspadalah terhadap semua orang', tegas Yesus kepada para muridNya. Mengapa mereka harus waspada dan berjaga-jaga?  'Karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya'. Siapa mereka yang akan menyerahkan para murid? Tidak diketahui sepertinya. Namun Yesus tahu benar akan segala yang hendak terjadi pada diri para muridNya.  

'Karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah'. Mereka para murid dihadapkan kepada orang-orang asing, bukan karena telah melakukan kesalahan, melainkan karena pengenalan akan sang Guru, bahkan peristiwa pahit yang tidak mengenakkan itu akan menjadi kesempatan untuk bersaksi kepada orang-orang asing itu, yakni para penguasa dan mereka yang tidak mengenal Allah. Kita katakan mereka sebagai orang-orang asing bagi para murid, karena memang seharusnya mereka tidak mempunyai urusan langsung terhadap mereka.   

'Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga', janji Yesus kepada para muridNya.  'Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu'. Yesus tidak akan membiarkan para muridNya seorang diri. Dia sendiri dalam RohNya akan menyertai para muridNya, sehingga mampu berkata-kata dan menyampaikan kebenaran kepada orang-orang asing itu. Mereka akan berkata-kata, bukan semata-mata melawan orang-orang asing itu, melainkan akan memberi kesaksian tentang pengenalan kepada Yesus Kristus, sang Guru.  Dan lagi, ternyata bukan hanya terjadi pada murid, yakni yang dinubuatkan Kristus itu, melainkan juga terjadi pada diri banyak orang.   'Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka'. Bukankah, Aku datang di atas bumi dengan membawa pedang.  Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya?  (bdk. Mat 10: 34-36).

Sekali lagi, 'oleh karena nama-Ku, kamu akan dibenci semua orang'.  Ini semua bukannya karena nama Yesus itu berarti celaka, melainkan karena tidaklah sama dalam diri setiap orang dalam menanggapi sabda kebenaran. Bagi mereka yang mengasihi terang, akan datang kepada Yesus, sebaliknya mereka yang suka akan kegelapan akan selalu melawan Yesus, 'karena memang perbuatan mereka jahat (Yoh 3: 19).  'Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat', tegas Yesus memberi jaminan kepada semua orang yang setia dalam mewartakan kebenaran, dalam bersaksi tentang Kristus, setia dalam memanggul salib kehidupan. Jalan salib memang berujung pada kemuliaan abadi, karena memang dari salib yang kudus 'Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku' (Yoh 12: 32).

'Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang', tambah Yesus. Wajar memang setiap orang yang akan dianiaya ingin selalu melarikan diri. Demikian juga para murid akan berusaha menghindar. Tidak ada orang yang secara sengaja membiarkan diri disiksa dan dibakar. Tidak ada seorang yang tiba-tiba menganiaya dan membakar dirinya, tetapi ada orang-orang yang rela dianaya dan disesah karena nama Yesus Kristus, demi kebenaran, sebagaimana dikatakan Yesus sendiri. Tantangan dan tantangan akan terus-menerus terjadi dalam diri setiap orang yang percaya kepadaNya, yang mengutamakan Tuhan Allah dalam hidupnya, sebagaimana dikatakan tadi: sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah dating; bahwasannya tantangan akan berlanjut dan sebetulnya belum akan selesai, tetapi Anak Manusia akan datang untuk mengakhiri semuanya itu.

Barnabas adalah salah seorang yang menerima mahkota kemartiran, karena memang dia bertahan sampai akhir, sebagaimana dikatakan Yesus sendiri.

 

 

Oratio

Ya Yesus, dampingilah kami selalu, agar tetap teguh ketika harus menghadapi aneka masalah dan tantangan dalam menyampaikan kebenaran sabdaMu. Ya Roh Kudus mampukan kami untuk dapat berkata-kata menurut kehendakMu, agar nama Bapa di surga dipermuliakan.

Santo Barnabas, doakanlah kami. Amin

 

 

Contemplatio

'Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat'.

 

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening