Rabu dalam Pekan Biasa X, 10 Juni 2015


2Kor3: 4-11  +  Mzm 99  +  Mat 5: 17-19

 

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus berkata kepada para muridNya: 'janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.  Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.  Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga'.

 

 

 

Meditatio

'Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya', tegas Yesus kepada para muridNya. Mengapa Yesus berkata demikian? Apakah Dia dituduh makar dan hendak mengadakan perubahan hukum Taurat oleh orang-orang Farisi, khususnya para ahli Taurat? Apakah sabda bahagia yang baru disampaikan itu mengganggu pendengaran dan kenyamanan banyak orang, karena memang sulit dimengerti? Bila Yesus menyatakan bahwa Dia hendak menggenapi atau menyempurnakan berarti selama ini ada sesuatu yang kurang dengan hukum Taurat. Apa kekurangan hukum Taurat yang menjadi kebanggaan bangsa Israel, bangsa terpilih itu?  'Karena Aku berkata kepadamu: sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi'. Penegasan Yesus ini hendak menyatakan bahwasannya hukum Taurat harus tetap dijalankan oleh semua orang. Contoh: semua orang yang membunuh harus tetap dihukum, karena memang egoism diri yang bercokol dan tidak menghormati hak hidup sesama, tetapi kiranya orang yang marah pun juga harus dihukum agar tidak berkembang sampai pada proses kekerasan.

'Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga'. Hukum Taurat adalah hukum Tuhan. Peniadaan hukum Taurat berarti melawan hukum Tuhan; walau tak dapat disangkal hukum Taurat harus disempurnakan karena sangat terikat tempat dan jaman tertentu. Hukum cinta kasih yang merupakan hukum pertama dan utama belum ditampakkan secara nyata dalam hukum Taurat. Beberapa point hukum Taurat masih bernada balas budi. Dalam bahasa Paulus, hukum Taurat itu terpatrikan secara insani, tidaklah demikian dengan pelayanan kasih yang dipimpin oleh Roh Allah sendiri (2Kor 3). Pelayanan kasih adalah pelayanan umat beriman yang dibimbing oleh Kristus Tuhan sendiri yang hadir dalam RohNya yang kudus.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus, bantulah agar kami mampu mengutamakan hukum cinta kasih yang Engkau ajarkan, sebagai hal yang utama dan terpenting di dalam hidup kami. Semangatilah kami juga untuk setia pada komitmen diri dalam mengikuti aneka kegiatan sehari-hari. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga'.

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening