Selasa dalam Pekan Biasa VIII, 2 Juni 2015


Tb 2: 9-14  +  Mzm 112  +  Mrk 12: 13-17

 

 

 

Lectio

Suatu hari  setelah gagal menangkap Yesus karena takut kepada banyak orang disuruhlah beberapa orang Farisi dan Herodian kepada Yesus untuk menjerat Dia dengan suatu pertanyaan.  Orang-orang itu datang dan berkata kepada-Nya: "Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur, dan Engkau tidak takut kepada siapa pun juga, sebab Engkau tidak mencari muka, melainkan dengan jujur mengajar jalan Allah dengan segala kejujuran. Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak? Haruskah kami bayar atau tidak?"  Tetapi Yesus mengetahui kemunafikan mereka, lalu berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mencobai Aku? Bawalah ke mari suatu dinar supaya Kulihat!"  Lalu mereka bawa. Maka Ia bertanya kepada mereka: "Gambar dan tulisan siapakah ini?" Jawab mereka: "Gambar dan tulisan Kaisar."  Lalu kata Yesus kepada mereka: "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!" Mereka sangat heran mendengar Dia.

 

 

 

Meditatio

Tanpa adanya pertobatan kejahatan yang satu akan melahirkan kejahatan lainnya. Itulah yang dilakukan oleh mereka orang-orang yang mempunyai kebencian dan irihati terhadap Yesus. Gagal menangkap Yesus karena takut kepada banyak orang,  disuruhlah beberapa orang Farisi dan Herodian kepada Yesus untuk menjerat Dia dengan suatu pertanyaan.  Mereka mencoba menggabungkan kekuatan agama dan politik untuk menghadapi Yesus. Mereka datang kepadaNya hanya untuk mencari kesalahan Orang Nazaret. Orang-orang itu datang dan berkata kepada-Nya: 'Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur, dan Engkau tidak takut kepada siapa pun juga, sebab Engkau tidak mencari muka, melainkan dengan jujur mengajar jalan Allah dengan segala kejujuran'. Indah kali bahasa mereka; hanya sayang saja keindahan yang mereka miliki penuh dengan kelicikan dan kejahatan. Mereka memuji Yesus sebagai seorang yang jujur, berkebalikan dengan diri mereka yang licik dan jahat; menyatakan Yesus sebagai orang  tidak takut kepada siapa pun juga, sebaiknya mereka takut dengan banyak orang, karena kejahatan yang mereka lakukan. Mereka ingin menyembunyikan diri. Mereka memuji Yesus yang tidak mencari muka, sebaliknya mereka adalah orang-orang munafik yang hanya ingin mendapatkan pujian orang dengan menipu diri dan sesama. Yesus dipuji sebagai Orang yang dengan jujur mengajar jalan Allah, sebaliknya mereka menghalang-halangi untuk masuk dalam Kerajaan Allah. Penampilan mereka indah adanya hanya untuk dilihat. Bahasa mereka hanya nyaman untuk didengar. Titik, tidak ada yang lain.

'Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak? Haruskah kami bayar atau tidak?. Itulah pertanyaan yang dilontarkan mereka orang-orang Farisi dan kaum Herodian. Mereka adalah koalisi orang-orang agamis dan politik, bukan yang suci hatinya, tetapi jahat hati dan budinya. Karena banyak juga dari mereka adalah orang-orang yang baik.  Tetapi Yesus mengetahui kemunafikan mereka; Yesus yang tahu isi hati dan budi umatNya,  lalu berkata kepada mereka: 'mengapa kamu mencobai Aku? Bawalah ke mari suatu dinar supaya Kulihat!'. Yesus menentang mereka. Yesus meminta mereka membawa suatu dinar, bukannya karena Dia tidak pernah lihat mata uang dinar, melainkan Dia mempunyai maksud tertentu.  Lalu mereka bawa, dan memberikannya kepada Yesus.

'Gambar dan tulisan siapakah ini?', tanya Yesus kepada mereka. Jawab mereka: 'gambar dan tulisan Kaisar'.  Tak berbeda jauh dengan uang sekarang ini. Ada gambar para pahlawan, hanya tidak ada tulisan tangan mereka.  Lalu kata Yesus kepada mereka: 'berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!'.  Sebagai anggota masyarakat, yang mempunyai hal politik, memang setiap orang wajib taat kepada sang pemimpin Negara dan bangsa. Kaisarlah pada waktu itu, sebagai seorang penguasa atas Israel. Demikian tentunya kita bersama taat kepada presiden dan semua lembaga Negara lainnya. Mereka harus kita hormati dan taati, karena mereka telah berjerih payah dalam mengatur kehidupan bersama agar ada keadilan dan kemakmuran di Negara dan bangsa kita. Kita harus memenuhi segala tuntutan kita sebagai anggota masyarakat. Sebaliknya demikian, sebagai anggota umat Allah, tentunya segala hal yang menjadi kehendakNya haruslah kita ikuti dan taati, karena hanya pada Dialah ada keselamatan. Keduanya harus dipisahkan, tetapi bukan untuk dilawankan, melainkan mampu menempatkannya pada posisi yang benar. Ketaatan seseorang pada rambu-rambu lalu lintas tentunya tidak perlu kita hunjukkan kepada Tuhan. Tuhan tidak memerlukan ketaatan diri kita pada rambu-rambu lalu lintas. Namun tak dapat disangkal, seseorang yang  menghormati sesama, sebagaimana dikehendaki Tuhan sang Empunya kehidupan akan selalu mendahulukan sesama, dan tidak berebut yang hanya berujung pada celaka diri. Ketaatan seseorang pada rambu-rambu lalu lintas menampakkan hormat diri terhadap sesama sebagaimana dikehendaki Tuhan sendiri. Ketaatan antara suami isteri sebagaimana diceritakan dalam kitab Tobit (bab 3) memang seharusnya selalu terjadi, yang seringkali malah pada hal-hal peristiwa yang tidak masuk di akal. Kasih suami isteri menjabarkan kasih Tuhan dan sesama,demikian sebaliknya.

Mereka sangat heran mendengar Dia.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, bantulah kami agar mampu menjadi pribadi yang bijaksana dalam segala hal, agar terdapat keseimbangan antara melakukan kehendakMu dan kehendak dalam hidup bersama sebagai masyarakat, sebab sering condong juga hidup kami ini pada bidang tertentu dan mengabaikan yang lain. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!'.

 







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening