Selasa dalam Pekan Biasa XI, 16 Juni 2015

2Kor 8: 1-9  +  Mzm 146 : 2, 5-9 +  Mat 5: 43-48

 

 

 

Lectio

Kepada para muridNya, Yesus berkata: 'kamu telah mendengar firman: kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian? Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna'.

 

 

 

Meditatio

'Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu', tegas Yesus dalam pengajaranNya kepada murid-muridNya. Perintah kasihilah sesamamu, dipahami bangsa Israel sebagai perintah yang harus mereka terapkan pada bangsa Yahudi dan bukan bangsa asing. Bukankah Israel adalah bangsa terpilih, tentunya segala sesuatu harus dibedakan dengan bangsa yang bukan bangsa terpilih. Perintah untuk bencilah musuhmu? Apakah ada dalam Kitab Suci? Tidaka jelas, yang ada kewajibab membalas dendam terhadap musuh. Siapakah musuh itu bagi orang Israel? Tentunya mereka, orang-orang yang dianggap kafir yang menyembah berhala dan dianggap bisa berbahaya bagi mereka.

'Tetapi Aku berkata kepadamu: kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu', tegas Yesus. Sepertinya itu adalah perbuatan yang sangat konyol dengan mengasihi musuh, tetapi sebaliknya malah  Yesus mengajarkan sikap bijaksana dan tepat untuk mengalahkan musuh, yakni  dengan mengasihi dan berdoa kepada mereka. Kebencian bisa membuat seseorang terperangkap, masuk dalam lumpur dosa. Seseorang tidak mungkin berdoa dengan hati yang penuh kebencian;  doa hanya bisa dilambungkan dengan indahnya bila lahir dari hati yang penuh kasih.

'Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga', menjadi anak berarti serupa dengan Bapa, 'yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar'. Bapa yang penuh kasih, yang tidak pilih kasih terhadap  anak-anakNya. Demikian juga kita menjadi sama seperti Bapa, tidak mendiskriminasikan orang lain di dalam hidup kita, jika kita tinggal dalam kasih, dan hati kita penuh dengan kasih. 'Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?' Apakah Yesus mau mempertanyakan imbalan dalam hal ini? Sekali-kali tidak, Yesus mau membuat pembedaan, kalau pemungut cukai yang dianggap berdosa itupun bisa mengasihi pada mereka yang berbuat baik kepadanya, lalu apa bedanya  kalau pengikut Yesus hanya melakukan hal sama dengan mereka?  Demikian juga, 'apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian?'  Kalau demikian apa lebihnya? kenapa harus berjerih menjadi murid-muridNya kalau hanya mampu melakukan segala sesuatu cukup sesuai dengan mereka kaum pendosa?  'Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna'.  Pengikut Yesus harus tampil beda! Kasih tidak hanya ditujukan pada mereka yang mengasihi kita, tetapi lebih luas lagi kepada mereka yang membenci atau memusuhi kita. Minimal kasih dinyatakan dengan cara mendoakan mereka adalah wujud konkrit kasih yang dinyatakan pada setiap orang yang kita jumpai dalam kehidupan kita, seperti yang Paulus katakan : 'selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan. Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka' (2Kor 8:2-3). Itulah kasih

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, ajarilah dan mampukan kami agar dapat mengasihi, minimal berani mendoakan mereka yang membenci dan melakukan kejahatan pada kami, supaya kami makin  menjadi nyata sebagai anak-anakMu.  Ya Yesus, dampingi kami selalu. Amin

 

 

Contemplatio

'Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga'.

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening