Selasa dalam Pekan Biasa XII, 23 Juni 2015

Kej 13: 5-18  +  Mzm 15  +  Mat 7:  6.12-14

 

 

 

Lectio

Pada hari itu Yesus berkata kepada mereka: 'jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu. Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.  Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya;  karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya'.

 

 

 

Meditatio

Ada dua pesan yang hendak disampaikan Yesus kepada para  muridNya, kepada kita semua. Pertama, 'jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu'. Untuk apa sebenarnya barang kudus kita lempar atau kita berikan kepada mereka. Tidak wajar kalau kita memberi perhatian berlebihan kepada hewan. Kasih sayang yang diberikan kepada hewan tak jarang menutup perhatiannya kepada sesama. Itulah yang sering terjadi, dan amat disesalkan. Apakah ini judgement?  Sekedar komentar umum yang hendaknya diperhatikan. Namun lebih dari itu, Injil sebenarnya hari ini mengajak kita untuk memberi segala sesuatu secara proporsional, dan sekaligus kita pun bisa menempatkan diri sebagaimana mestinya. Kalau kita tidak bisa menempatkan diri secara benar, kemauan baik akan mendatangkan perlawanan gencar dalam kehidupan bersama.

Tak jarang memang kita begitu mudah mencari selumbar pada mata seseorang teman, tetapi sering juga kita ingin menolong dan membantu sesama. Kita benar-benar menghayati apa yang dikatakan Yesus:  'segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka'. Kita berusaha mendahului orang dalam berbuat baik, yang tentunya harus disertai kebijakan hati, agar menempatkan dia dalam kemandiriannya agar bisa 'melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga' (Mat 5: 16). Seorang Abraham memberi contoh yang baik dan benar untuk menyelesaikan masalah awal daripada muncul persoalan lain yang lebih  besar. Dia merelakan Lot untuk memilih terlebih dahulu apa yang baik baginya, baru dia, Abraham menerima apa yang ada (Kej 3).

Kedua,  'masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya;  karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya'. Menapaki masa depan memang harus melalui pintu yang sempit. Setiap orang harus berani berjuang dan berjuang; bukan saja pintu yang sempit, tetapi juga banyaknya orang sehingga harus antri untuk melaluinya.  'Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.  Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya'  (Mzm 126).

 

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, melalui sabdaMu ini kiranya kami semakin disadarkan, bahwa setiap orang membutuhkan hal yang paling mendasar untuk dikasihi, biarlah kamipun semakin dimampukan dalam mengasihi dan dapat menempatkan diri dengan baik, agar tidak menuntut lebih dahulu kepada orang lain. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka'.

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening