Selasa dalam Pekan Biasa XIII, 30 Juni 2015


Kej 19: 15-29  +  Mzm. 26 +  Mat 8 :  23-27
 
 



 
Lectio

Lalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-muridNyapun mengikutiNya. Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur. Maka datanglah murid-muridNya membangunkan Dia, katanya: "Tuhan, tolonglah, kita binasa." Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali. Dan heranlah orang-orang itu, katanya: "Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danaupun taat kepadaNya?"
 
 


 
Meditatio

Selesai pengajaranNya, lalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-muridNyapun mengikutiNya. Hendak ke manakah Yesus bersama mereka, tidak diceritakan memang.
Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur. Sekonyong-konyong mengamuk angin ribut? Sudah tentu waktu berangkat keadaan danau tenang, karena tidak mungkin dalam keadaan danau yang bergelombang dan angin ribut Yesus mengajak ke seberang. Angin ribut yang terjadi sekonyong-konyong bisa saja, karena letak geografisnya danau yang terletak di antara bukit-bukit dan lembah, sehingga tercipta alur angin yang bisa menimbulkan gelombang setiap saat. Bersama Yesus para murid, kita semua, akan tetap mengalami Aneka gelombang kehidupan. Mengikuti Yesus kita tetap harus menginjakkan kedua kaki kita di bumi ini. 

Dalam situasi angin kencang dan gelombang besar Yesus bisa tidur. Yesus tidak terganggu oleh dunia.  Namun semuanya malah mungkin membuat murid-murid Yesus dongkol, disamping kuatir dan takut.
Sehingga datanglah murid-muridNya membangunkan Dia, sembari berkata : "Tuhan, tolonglah, kita binasa." Sungguh mereka tidak mengenali siapa Yesus yang sudah begitu banyak melakukan mukjizat ketika mereka mengikutiNya. Sudah berkali-kali Yesus melakukan hal yang di luar kemampuan insani manusia, tetapi murid-murid tetap belum bisa melihat dan percaya pada sang Guru. Manusiawi memang pikiran mereka saat itu, siapa yang tidak kuatir dan takut berada dalam situasi seperti itu? Pada saat menghadapi tantangan orang cenderung menjadi egois dan hanya memperhatikan keselamatan sendiri. 

Melihat kurangnya iman para murid, maka Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali. Yesus sepertinya kaget juga dengan situasi dan kondisi para muridNya. Mereka selalu bersama-sama denganNya tetapi mereka tidak juga berani percaya dan berserah diri kepadaNya. 

Luar biasa Orang ini, mampu menyuruh alam tunduk kepadaNya. Angin dan danau yang bergelombang langsung tenang kembali. Dan heranlah orang-orang itu, katanya: "Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danaupun taat kepadaNya?".

'Sungguhlah hambamu ini telah dikaruniai belas kasihan di hadapanmu, dan tuanku telah berbuat kemurahan besar kepadaku dengan memelihara hidupku, tetapi jika aku harus lari ke pegunungan, pastilah aku akan tersusul oleh bencana itu, sehingga matilah aku'. (Kej.19:19). Ini adalah sikap Lot yang walaupun telah mengalami kemurahan dan dipelihara hidupnya oleh Allah, tetapi ketika menghadapi bencana dia tidak percaya, dia ragu ketika disuruh untuk lari ke pegunungan; walau tak dapat disangkal Tuhan tetap mendengarkan keluhan umatNya. Tuhan pun mengizinkan Lot tinggal di Zoar. Tuhan selalu memperhatikan kepentingan umatNya. Tuhan membuat segala sesuatu, bukan untuk kepentingan diriNya, melainkan hanya demi kebahagiaan dan keselamatan umatNya. Demikian juga dengan kita, sering tatkala mengalami cobaan dan tantangan kita meragukan Tuhan, ketika sudah tidak berdaya barulah mencari pertolongan Tuhan. Teguran Yesus dalam Injil hari ini sungguh mengena pada kita, "mengapa kamu takut, mengapa kamu kurang percaya?". Percaya amatlah penting, dan kiranya harus ditindaklanjuti dengan mengandalkan Tuhan Yesus dalam hidup kita. Yesus sanggup mengatasi segalanya, Dia tidak pernah meninggalkan orang yang percaya dan mengandalkanNya. 




Oratio

Ya Yesus Kristus, bantulah kami agar semakin mengandalkan Engkau dalam hidup kami, bahwa tanpa Engkau kami akan binasa, sebab Engkaulah sang kehidupan dan penyelamat kami. Amin
 
 



Contemplatio

'Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?'.







Oremus Inter Nos, 
Marilah kita saling mendoakan



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening