Senin dalam Pekan Biasa X, 8 Juni 2015


2Kor 1: 1-7  +  Mzm 34  +  Mat 5: 1-12

 

 

 

 

Lectio

Suatu hari ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya.  Maka Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya:  "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.  Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.  Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.  Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.  Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.  Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.  Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu".

 

 

 

Meditatio

'Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga', tegas Yesus dalam pengajaranNya di sebuah bukit kepada orang banyak itu, kepada murid-murid-Nya.  Bukit apa itu, tidak disebutkan memang. Namun tak dapat disangkal banyak orang datang mengerumuniNya dan mendengarkan Dia. 'Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah'.  Miskin di hadapan Allah mengandaikan dia belum tentu orang yang miskin dan melarat yang tidak mempunyai harta benda sedikitpun. Orang miskin di hadapan Allah adalah yang selalu meminta bantuan dan bantuan dari Tuhan Allah. Dia selalu memohon belaskasih Allah, karena memang dia orang yang tak berdaya, dan hanya dalam bantuan Allah dia merasa dapat hidup. Orang yang selalu meminta bantuan Tuhan, tentunya akan mendapatkan bantuanNya. Bantuan Allah yang selalu berlimpah dalam diri orang itu tak ubahnya mereka itu adalah empunya Kerajaan Sorga. Betapa bahagianya orang semacam itu.

'Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur'. Sehabis gelap terbitlah terang. Yesus benar-benar memberi pengharapan bagi setiap orang yang terus-menerus tak kunjung henti berjuang dan berjuang. Barangsiapa menabur benih dengan bercucuran air mata, dia akan pulang sambil membawa berkas panenannya.

'Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi'. Sebab memang orang yang merendahkan diri akan ditinggikan. Dia tidak bermain kekerasan, tetapi dengan setia dia melayani dan melayani sesamanya. Semua orang percaya kepadanya, karena dia baik suka membantu. Dia murah hati, karena segala yang dimilikinya dipersembahkan untuk kepentingan sesama. 'Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan'. Dia seperti janda miskin yang memberi dari segala kekurangannya. Dia memberi dan memberi karena sepertinya segala yang ada di bumi ini adalah miliknya. Dia tinggal mengambil dan memberikan kepada mereka yang membutuhkan bantuannya.

'Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan'. Dia tidak cepat putus asa dalam melihat kenyataan yang mungkin selalu bertentangan dengan kebenaran dan kebaikan. Konsumerisme dan kapitalisme yang selalu menggencet kaum miskin dan membuat mereka tidak berdaya seperti akan segera berakhir, karena dia yakin Tuhan tidak akan berdiam diri melihat semuanya itu, dia yakin Allah menghendaki semua orang beroleh kebahagiaan dan sukacita. 'Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah'.  Allah akan selalu mengutus orang-orang untuk mengadakan revolusi mental dalam membangun hidup bersama. Allah pasti mengutus orang-orang yang tidak mau tenggelam dalam kenyamanan hidup. Dia yakin akan melihat kehadiran dalam diri orang-orang yang peduli akan sesamanya. Dia akan dipuaskan oleh Allah, walau jalan salib harus dilaluinya juga. Yesus menambahkan:  'berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga'.   

'Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah'. Mereka layak mendapat gelar dan sebutan anak-anak Alah karena memang kodrat Allah adalah kedamaian dan sukacita. Kedamaian sejati hanya dalam Allah, sang Empunya kehidupan yang tidak menghendaki penindasan dan ketidakadilan; malah sebaliknya setiap orang yang mampu mendengarkan bimbingannya akan menikmati damai, sukacita, kelemahlembutan hati, keadilan, kesabaran dan pengendalian diri.    

'Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat'. Penegasan Yesus ini kembali mengingatkan kita akan spiritualitas hidupNya. Dia yang datang akan membawa pertentangan. Dia datang dengan membawa pedang. KedatanganNya akan membuat orang untuk masuk dalam dunia terang bagi mereka yang menghendaki keselamatan, dan dunia gelap bagi mereka yang tidak ingin diketahui orang segala kejahatan yang dilakukannya. Mengikuti Yesus memang sebuah pilihan. Mengikuti Yesus berarti berani memanggul salib, sebagaimana yang dipanggulNya. Namun sebagaimana Dia dimulliakan di kayu salibNya yang kudus, maka 'bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu'.

Paulus adalah salah seorang yang menyadari sungguh pesan bahagia yang disampaikan Yesus. Maka dia tidak kuatir dan gelisah bila menghadapi aneka tantangan bahkan sengsara. Dalam suratnya kepada umat di Korintus, Paulus berkata: 'terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan. Sama seperti kami mendapat bagian berlimpah-limpah dalam kesengsaraan Kristus, demikian pula oleh Kristus kami menerima penghiburan berlimpah-limpah' (2Kor 1: 2.5). Kita pun harus berani.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami sungguh bersyukur Engkau sebut kami bahagia ketika kami dapat hidup sesuai dengan sabda dan kehendakMu' dan bukannya terikat dengan keduniawian yang akan membuat kami terpisah daripadaMu.

Ya Yesus, dampingi kami selalu, agar semakin berani hidup sesuai kehendakMu. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga'.

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening