Senin dalam Pekan Biasa XII, 22 Juni 2015

Kej 12: 1-9  +  Mzm 33  +  Mat 7:  1-5

 

 

 

Lectio

Pada hari itu Yesus berkata kepada mereka: 'jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.  Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.  Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?  Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.  Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu'.

 

 

 

Meditatio

Kebiasaan mudah mencari kesalahan orang lain dalam hidup bersama sepertinya dirasakan Yesus dalam hidup bersama para muridNya. Karena itu, dalam pengajaranNya, Yesus berkata:  'jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi'. Mengapa kita dengan mudah menghakimi sesama kita? Memang tak jarang, penghakiman yang kita berikan kepada orang lain, bukan untuk mencari keadilan,melainkan untuk memojokkan sesama kita, karena mereka berseberangan dan tidak sesuai dengan pendapat kita. Kita menghakimi orang lain, bukan berdasarkan keadilan dan kebenaran.     'Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu', tegas Yesus mengingatkan.

'Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?  Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.  Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu', tegur Yesus. Yesus mengecam mereka, karena memang mereka hanya mencari-cari kesalahan orang lain, padahal mereka melakukan hal yang sama, malah lebih jahat dari orang-orang yang ditegurnya. Mereka memang orang-orang yang ingin mencari menangnya sendiri. Mereka secara sengaja membangun tembok-tembok yang tinggi dalam hidupnya agar bisa menyembunyikan diri.

Perumpamaan Yesus ini sungguh menggelikan hati, apakah mungkin balok bisa ada di dalam mata? Yesus bermaksud menyindir mereka yang suka mencari-cari kesalahan orang lain, padahal mereka sendiri juga melakukan hal yang sama. Sungguh mengena sindiran Yesus tersebut, sebab sepertinya hanya orang-orang yang tidak bersalah saja yang berhak untuk mencari kesalahan/mengkritik orang lain.   'Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu' (Yoh 8: 7). Injil mengajak kita semakin berani memeriksa diri: apakah hidup saya sudah lebih baik daripada orang lain?  

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, berilah kami kerendahan hati untuk dapat memahami diri kami sendiri apa adanya, supaya  mampu berpikiran positif dan tidak gampang menghakimi terhadap orang lain.  Sucikanlah pikiran dan budi kami. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi'.

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening