Hari Rabu Biasa Pekan XVII, 29 Juli 2015


Kel 34: 29-35  +  Mzm 99  +  Luk 10: 38-42



Lectio

Pada suatu hari ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.  Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,  sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."  Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,  tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."

 

 


Meditatio

Pada suatu hari ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Kampong mana? Tidak diceritakan. Apakah hanya bertigabelas mereka? Bukankah ada banyak murid-muridNya?  Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.  Sudah berusia perempuan itu? Sepertinya belum, karena tidak disebutkan nama suaminya. Bagaimana mereka bisa bertemu? Apa memang sengaja Yesus mau singgah ke rumahnya, atau kebetulan lewat di depan rumah itu, lalu Marta memanggilNya?  Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Apakah Marta dan Maria itu saudara kembar?  Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,  sedang Marta sibuk sekali melayani. Kenapa mereka mempunyai kegiatan yang berbeda satu dengan lainnya? Marta mendekati Yesus dan berkata: 'Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku'. Kenapa Marta tidak menegur langsung Maria saudarinya? Apaka mereka sedang mempunyai konflik? Mengapa Yesus malah yang menjadi sasarannya? Mengapa Yesus yang dimintai pertangungan jawab oleh Marta? Apakah memang Marta sudah meminta sebelumnya, dan Maria mengabaikan permintaan saudarinya itu? 

'Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara', sahut Yesus kepadanya. Mengapa Yesus menyatakan hal itu? Apakah memang Marta begitu sibuk? Apakah Maria benar-benar berdiam diri dan tidak mau tahu dengan kesibukan saudarinya?   'Tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya'. Sebuah teguran yang relative keras disampaikan kepada Marta. Namun tak dapat disangkal, bukannya Yesus membela Maria, dan memarahi Marta. Yesus memuji orang-orang yang mampu memilih bagian terbaik bagi hidupnya, terlebih-lebih yang bersifat abdi dan kekal, yang tidak ada kuasa yang mampu merebutnya. Orang harus berani mengambil mutiara yang indah yang ditemukannya dan menjual segala hartanya yang lain.  Yesus juga sekaligus menegur orang-orang yang tenggelam dalam kesibukan dirinya, seperti Marta, juga seperti Petrus, Yohanes dan Yakobus yang ingin tinggal selalu di atas gunung  dan bahkan hendak mendirikan kemah-kemah bagi sang Guru, Elia dan Musa. Memilih yang terbaik, bukanlah berarti tenggelam dalam kesibukan diri, dan tidak mau tahu dengan lainnya. Kekudusan Maria tidaklah berarti harus mengabaikan Marta dan Lazarus. Kekudusan Maria tidaklah berarti menutup diri dari kepentingan keluarga, suami-isteri dan anak-anak, atau lingkungan hidup di mana kita berada. Kesibukan Marta kiranya juga tidak membuat dia lupa untuk duduk sejenak di hadapan Yesus, sebagaimana dilakukan Maria.

Bagian yang terbaik dalam hidup adalah hidup yang kita persembahkan kepada Tuhan sang Empunya kehidupan, bukannya sibuk dengan aneka kegiatan bakti sosial, bukan pula dengan berdiam diri berdoa dan memuji. Bagian terbaik dalam hidup kita adalah saat-saat kita menemukan kehadiran Tuhan, sebagaimana Tuhan kehendaki, dan bukannya yang kita senangi. Sepertinya Allah lebih senang kalau kita repoti, daripada kita merepotkan diri, kata santo Maria Vianney

 

 

 

Oratio

Yesus Kristus,  kami bersyukur kepadaMu karena Engkau selalu mendampingi kami dalam hidup ini. Ajarilah kami untuk selalu berani menikmati segala anugerahMu, terlebih kami berani memilih yang terbaik dalam hidup ini, sebagaimana Engkau kehendaki dan bukannya kemauan diri.

Santa Marta, doakanlah kami. Amin.

 

 

 

Contemplatio

Lakukanlah, sebagaimana 'Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya'.

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening