Jumat dalam Pekan Biasa XIV, 10 Juli 2015

Kej 46: 1-7 +  Mzm 37  +  Mat 10: 16-23




Lectio

Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan berkata: 'lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.  Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya.  Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah. Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga.  Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.  Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka.  Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.  Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang'.

 

 


Meditatio

Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan berkata: 'lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati'. Sebuah tugas perutusan yang amat sulit dan menantang. Tak dapat disangkal memang,  mereka  'mendapat kuasa  untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan' (ay 1). Namun apalah arti semuanya itu, kalau nyawa mereka terancam;  seekor domba di tengah kawanan serigala. Kendati demikian, Yesus tidak membuat para murid takut dan gemetar. Yesus meminta mereka tetap tegas, malah harus cerdik seperti ular. Mereka harus gesit dan pandai mencari sela untuk melawan sekaligus menghindar. Mereka juga harus tulus seperti merpati, yang memang harus sabar dan setia dalam aneka tantangan dan godaan.

'Waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya', tegas Yesus. Itulah antara lain konkritnya menghadapi kawanan serigala.  'Karena Aku, pertama,  kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah'. Segala kesulitan dan tantangan bukanlah untuk dihindari. Salib janganlah menjadi hal yang menakutkan. Ada aneka kesulitan membuat setiap orang merasakan pendampingan Tuhan Allah yang mahakasih, malah saat itu menjadi kesempatan untuk bersaksi, bahwa ada Tuhan beserta kita. Dia adalah Immanuel.  Kedua,  'apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga.  Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu'. Tuhan Allah tidak akan membiarkan para murid, orang-orang yang dikasihiNya, berjalan seorang diri. 'Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka'. Dia datang ke dunia, bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Ketiga, 'kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat'.

Kesaksian tentang kasih Allah dan kesetiaan dalam Allah menjadi tekanan dalam tugas perutusan Yesus kepada para murid, kepada kita semua. Sekali lagi, mereka harus cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. Karena itu,  'apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang'. Sebelum kesulitan dan tantangan mencapai puncaknya, Yesus telah datang, bahkan akan datang mendahului mereka. Kegelisahan dan kekuatiran hendaknya tidak berkepanjangan, semua aneka persoalan akan selesai dengan indahnya dalam nama Yesus Kristus.

Tugas perutusan untuk membawa keselamatan juga ternyata sudah dilakukan oleh Yakub. Dia diutus Tuhan Allah untuk berani pergi dan tinggal di Mesir. Tuhan Allah sendiri memberi jaminan keselamatan kepadanya dan beserta keluarga. Janji Tuhan kepada nenek moyangnya tidak ditiadakan dan dibatalkan karena kepergiannya ke Mesir. 'Akulah Allah, Allah ayahmu, janganlah takut pergi ke Mesir, sebab Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar di sana.  Aku sendiri akan menyertai engkau pergi ke Mesir dan tentulah Aku juga akan membawa engkau kembali; dan tangan Yusuflah yang akan mengatupkan kelopak matamu nanti' (Kej 46: 34).

 

 

 

Oratio

Ya Yesus, di dalam perjalanan hidup ini begitu banyak tantangan dan persoalan yang kami hadapi, dampingi dan kuatkanlah kami agar teguh dan setia dengan tugas kami masing-masing. Kami yakin dan percaya Engkau tidak akan membiarkan kami berjalan sendiri. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati'.

 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening