Jumat dalam Pekan Biasa XVII, 31 Juli 2015


Im 23: 4-21  +  Mzm 81  +  Mat 13: 54-58



Lectio

Pada suatu hari setibanya di tempat asal-Nya, Yesus mengajar orang-orang di situ di rumah ibadat mereka. Maka takjublah mereka dan berkata: "Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mujizat-mujizat itu?  Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas?  Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?" Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya." Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ.

 

 


Meditatio

Pada suatu hari setibanya di tempat asal-Nya, Yesus mengajar orang-orang di situ di rumah ibadat mereka. Tempat asal yang dimaksudkan dalam Injil hari adalah Nazaret, karena memang Dia adalah orang Nazaret (Mat 2: 23), dan bukannya orang Betelehem.  Maka takjublah mereka.  Mereka takjub tentunya setelah membanding-bandingkan dengan tokoh-tokoh lainnya yang pernah mengajar mereka. Dia Yesus ini lain daripada yang lain. Mereka berkata: 'dari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mujizat-mujizat itu?  Dia ini pernah mengikuti perguruan apa? Atau memang apakah Dia ini pernah belajar di padepokan tertentu?  IlmuNya hebat dan pengajaranNya pun penuh kuasa dan wibawa. Dia ini sungguh-sungguh seorang yang kharismatis. Namun, bukankah Ia ini Anak tukang kayu? Nama bapaknya adalah Yusuf.  BapakNya pun tak pernah bersuara dan berteriak. Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas?  (Siapakah yang dimaksudkan dengan saudara-saudaraNya, bukankah Dia itu Anak tunggal?  Apakah yang disebut saudara-saudaraNya itu adalah yang akan menjadi para muridNya?)   Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada bersama kita? (Mengapa mereka tidak mampu menyebutkan saudari-saudari Yesus?  Atau karena memang tidak ada saudara-saudara perempuaNya?)  Jadi dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?'  Melihat asal usulNya, Dia ini tidak mungkin mempunyai sesuatu yang luhur dan mulia seperti sekarang ini. Bukankah memang Dia  selama ini ada bersama dengan kita?  Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.  Ketidakmautahuan orang-orang Nazaret tentang kehebatan Yesus, yang adalah Orang sekampungnya, membuat mereka kecewa dan menolakNya. Irihati dan cemburukah mereka itu?  Mengapa mereka tidak mampu  memandang seseorang yang mempunyai kepandaian dan kuasa yang melebihi diri mereka?  Penolakan mereka ini hanya sebatas ketidakmampuan mereka memandang Yesus Anak Yusuf dan Maria, atau karena mereka tidak mampu memandang Yesus sebagai Allah yang hadir di tengah-tengah umatNya?

Maka Yesus berkata kepada mereka: 'seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya'. Di mana Yesus sebagai seorang Nabi yang diterima dengan baik? Mungkin hanya di rumah Martha dan Maria. Mungkin di rumah ibu mertua Petrus. Namun bukankah di Kepernaaum, Khorazim dan Betzaida, mereka yang menerima aneka mukjizatNya juga tidak menandakan adanya pertobatan hati? Apakah Yesus hendak mengutip Elia yang pergi ke janda Sarfat, atau Elisa yang menyembuhkan Naaman orang Siria?

 Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus,  Engkau sungguh hebat dan luar biasa. Engkau mampu membuat segala-galanya baik adanya. Ajari kami, ya Yesus, untuk semakin memahami kemampuanMu itu, yang sering Engkau tampakkan juga dalam diri sesama kami.

Santo Ignatius, doakanlah kami. Amin.

 

 

 

Contemplatio

Maka takjublah mereka dan berkata:  'dari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mujizat-mujizat itu?'.

 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening