Kamis dalam Pekan Biasa XIV, 9 Juli 2015

Kej 44: 18-21 +  Mzm 105  +  Mat 10: 7-15




Lectio

Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan berkata: 'pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.  Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.  Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu.  Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.  Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat.  Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka.  Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.  Dan apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu.  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya pada hari penghakiman tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu'.

 

 


Meditatio

Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan berkata: 'pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat'. Kerajaan Surga sudah dekat, karena memang tugas para rasul hanya mendahului Yesus yang akan berkeliling ke kota-kota dan desa-desa. Kedatangan Yesus adalah kedatangan Kerajaan Surga itu sendiri. Kalua kedatangan Yesus harus dipersiapkan, demikian pula keselamatan dan keberlangsungan Israel tetap ditegakkan oleh Yusuf, agar mereka tidak mati kelaparan di tanah terjanji; dan hal itu disadari sungguh oleh Yusuf dengan berkata: 'sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu' (Kej 45: 5). Kepergian Yusuf ke Mesir sebagai tindakan antisipatif tugas perutusan para rasul.

  'Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan', karena memang kuasa itulah yang diberikan Yesus kepada mereka. Mereka mendapatkan kuasa itu, karena keterpilihan mereka sebagai para murid.  'Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma'.  Keberanian kita berbagi dengan orang lain berarti belajar tentang kehidupan yang hendaknya murah hati seperti Bapa di surga.

'Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu.  Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya'.  Yesus mengingatkan akan hal ini, karena  hendaknya aneka fasilitas tidak menghalangi tugas perutusan mereka. Para murid diyakinkan, bahwasannya barangsiapa menabur  akan menuai berkas panenannya.

'Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat.  Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka.  Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu'. Tugas perutusan menuntut para murid untuk selalu berani memberi salam dan berbuat baik terlebih dahulu kepada orang lain, yang hendak dijumpainya; tetapi sebaliknya tidak boleh menuntut orang lain untuk berbuat baik dan berbagi salam dengan kita. Namun dalam penyampaian kabar keselamatan, Yesus memberi catatan khusus:  'apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu.  Aku berkata kepadamu: sesungguhnya pada hari penghakiman tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu'. Menerima dan mengamini sabda dan kehendak Tuhan Allah sepertinya kewajiban bagi setiap orang. Sebab memang menerima sabda dan kehendakNya berarti menyetujui dan mendukung penuh kemauan Allah agar kita berada dalam area keselamatan. Ketidakmauan masuk dalam area keselamatan hanyalah kebinasaan diri.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus, ajarilah kami untuk mengamini sabda dan kehendakMu. Kami tahu Engkau menghendaki kami semua beroleh selamat. Semoga segala sepak terjang kami juga menanggapi kehendakMu yang menyelamatkan itu. amin

 

 

 

 

Contemplatio

'Apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu'.

 

 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening