Kamis dalam Pekan Biasa XVI, 23 Juli 2015


Kel 19: 1-20  +  Mzm  +  Mat 13: 10-17



Lectio

Pada hari itu, datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?"  Jawab Yesus: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.  Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.  Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti.  Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.  Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka.  Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.  Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya".

 

 


Meditatio

'Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?'.  Itulah keluhan para murid kepada Yesus sang Guru: mengapa Yesus selalu berkata-kata dalam perumpamaan. Mengapa Dia tidak berkata-kata secara langsung? Markus dalam Injilnya malah menegaskan, bahwa memang benar 'dalam banyak perumpamaan  Yesus memberitakan firman kepada banyak orang yang mendengarkanNya sesuai dengan pengertian mereka,  dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri' (Mrk 4: 33-34). 'Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak'.  Secara sengaja Yesus mengajarkan dengan aneka perumpaan agar dapat ditangkap dengan baik. Bila demikian mengingat kepandaian  orang-orang jaman ini apakah perumpamaan masih harus mendapatkan tekanan dalam penyampaian sabda dan kehendak Tuhan? Sebagai orang-orang yang terpanggil untuk mewartakan sabda dan kehendakNya, apa yang harus kita lakukan agar orang-orang lain juga semakin mengenal sabdaNya yang menyelamatkan? 

'Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya'.  Kenapa mereka yang tidak mempunyai malahan tidak mendapatkan perhatian? Bukankah misteri Kerajaan disampaikan kepada mereka yang kecil, dan bukannya kepada mereka yang cerdik dan pandai? Bagaimana kita harus memahami kemauan Tuhan Allah ini?  'Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti'.  Mengapa mereka sampai bersikap seperti itu? Yesus yang tahu benar isi hati dan pikiran umatNya menambahkan:   'seperti nubuat Yesaya, kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.  Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka'. Bukanlah maksud Tuhan Allah bersikap pilih kasih  atau tebang pilih dalam berbagi kasih dan keselamatan, melainkan karena ketidakmauan mereka sendiri untuk berani mendengar dan mendengar, melihat dan melihat. Kedegilan hati umat yang dikasihiNya mengalahkan kemauan baik hati Tuhan Allah sendiri. Sebaliknya,  'berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar'. Keberanian mengamini sabda dan kehendak Allah mendatangkan kebahagian dan sukacita, sekaligus menjadi kegembiraan hati Tuhan.  'Sebab Aku berkata kepadamu: sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya'. Kemurahan hati Tuhan memang sulit dimengerti oleh banyak orang. Para nabi dan orang benar saja yang ingin melihat dan merasakan kehadiran misteriNya yang kudus pun,  tidak mendapatkan tanggapan daripadaNya, tidaklah demikian denga mereka orang-orang yang dikehendakiNya.

Tuhan,  bagaimana kami dapat semakin memahami kehendakMu?

 

 

 

Oratio

Yesus Kristus, semangatilah kami untuk semakin hari semakin mengerti sabda dan kehendakMu. Ajarilah kami untuk berani mengamini sabdaMu, yang seringkali di atas kemampuan akal budi dan kehendak kami. Amin.

 

 

Contemplatio

'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya'.

 

 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening