Kamis dalam Pekan Biasa XVII, 30 Juli 2015

Kel 40: 16-21  +  Mzm 84  +  Mat 13: 47-53




Lectio

Pada suatu hari Yesus berkata kepada para muridNya:  "Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan.  Setelah penuh, pukat itu pun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang.  Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar,  lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.  Mengertikah kamu semuanya itu?" Mereka menjawab: "Ya, kami mengerti."  Maka berkatalah Yesus kepada mereka: "Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya."  Setelah Yesus selesai menceriterakan perumpamaan-perumpamaan itu, Ia pun pergi dari situ.

 

 


Meditatio

'Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan.  Setelah penuh, pukat itu pun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang',tegas Yesus. Semua ikan dikumpulkannya, tetapi kemudian dipisahkannya.  'Demikianlah juga pada akhir zaman: malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar,  lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi'. Memang akan terjadi pemisahan kelak di akhir jaman; orang-orang benar tentunya akan menikmati keselamatan, sedangkan mereka yang berbuat jahat akan menikmati kebinasaan yang tak berkesudahan.  'Mengertikah kamu semuanya itu?', tegas Yesus kepada para muridNya agar mereka benar-benar memahami maksud kehendakNya. Sebuah penegasan yang sepertinya tidak dapat ditawar-tawar lagi.  'Ya, kami mengerti',  sahut mereka. Para murid memahami sungguh nasib orang-orang yang tidak mau tahu dengan kabar keselamatan yang disampaikanNya.

'Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya'.  Para ahli Taurat yang mau memahami pengajaran tentang Kerajaan Surga benar-benar menjadi orang yang kaya akan pengetahuan. Mereka menjadi orang-orang yang yang kaya, karena pengajaran tentang Kerajaan Surga yang disampaikan Yesus benar-benar berbeda dengan pengajaran Perjanjian Lama. Yesus membuka wacana baru tentang hidup, yang benar-benar berbeda dari cara pandang Perjanjian Lama, khusus kitab Taurat. Keberanian para ahli Taurat menerima pengajaran Yesus menjadikan mereka sebagai guru-guru yang patut dihandalkan.

Lalu apa kaitannya dengan perumpamaan tentang ikan baik dan ikan yang tidak baik tadi? Minimal para ahli Taurat mempunyai pilihan yang harus diambil salah satu: mengamini sabda dan kehendak Tuhan Yesus sang Guru atau tetap berpegang teguh pada ajaran hukum Taurat, yang mengandalkan kekuatan insani; terlebih kemunafikan diri mereka yang dengan mudahnya memberi beban berat kepada orang-orang yang mendengarkannya tetapi mereka tidak mau menyentuh sedikitpun, yang suka memakai pakaian dengan jumbai panjang, dan mengelabui banyak orang dengan doa yang panjang-panjang. Kaum ahli Taurat telah mengetahui banyak hal, kiranya mereka harus berani memilih satu yang terbaik yang tidak ada kuasa manapun yang mampu mengambilnya.

Setelah Yesus selesai menceriterakan perumpamaan-perumpamaan itu, Ia pun pergi dari situ.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus,  berikan kami kebijaksanaan untuk dapat memilih yang terbaik dalam hidup kami, berani taat dan mengamini sabdaMu yang mendatangkan keselamatan bagi kami. Ajari kami ya Yesus, agar semakin berani mengikuti dan belajar dari Engkau, Sang Guru. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya.'

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening