Minggu dalam Pekan Biasa XV, 12 Juli 2015


Am 7: 29-32 +  Ef 3: 1-10  +  Mrk 6: 7-13



Lectio

Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat,  dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, roti pun jangan, bekal pun jangan, uang dalam ikat pinggang pun jangan,  boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju.  Kata-Nya selanjutnya kepada mereka: "Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu.  Dan kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka."  Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat,  dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka.

 

 


Meditatio

Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan mengutus mereka berdua-dua.  Siapakah keduabelas Rasul itu? Seperti yang kita renungkan kemarin, mereka adalah Simon Petrus dan Andreas, Yakobus  dan Yohanes,  Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus,  Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot. Apakah mereka sendiri yang menentukan pasangan pergi berdua-dua atau ditentukan sendiri oleh Yesus? Apakah pasangan mereka tidak boleh kakak beradik? Tidak diceritakan memang. Kenapa juga harus berpasangan? Mengapa tidak boleh sendiri-sendiri? Berduaan mengandaikan kebenaran yang disampaikan mereka lebih mudah dipertanggungjawabkan, dan juga saling meneguhkan mereka sendiri. Bukankah mereka itu diutus bagaikan seekor domba ke tengah-tengah serigala?  Perutusan dengan pergi berdua-dua tentunya memang lebih ringan daripada seorang diri, sebagaimana yang pernah diperdengarkan kepada Amos. 'Pergilah, bernubuatlah terhadap umat-Ku Israel' (Am 7: 15). Israel menjadi sasaran pertama karya pewartaan, karena memang merekalah umat milik Allah.

Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat, karena memang mereka, kuasa kegelapan itulah musuh utama yang selalu melawan dan menantang kehendak Tuhan. Mereka ingin semua orang binasa. Mereka selalu menghalang-halangi setiap orang untuk menikmati keselamatan. Kepada para muridNya, Yesus juga  berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, roti pun jangan, bekal pun jangan, uang dalam ikat pinggang pun jangan,  boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju. Mereka diminta untuk tidak membawa aneka fasilitas dimaksudkan agar mereka mengandalkan Dia sendiri yang mengutus mereka. Dia yang mengutus pasti Dia bertanggungjawab. Bukankah juga seorang pekerja patut mendapatkan upah? (Mat 10: 10). Kiranya perikop ini menjadi refleksi bagi orang-orang yang diutusNya agar tidak mengandalkan kekuatan insani atau malah aneka fasilitas hidup. Ke mana seseorang diutus ke situlah dia harus segera pergi dan berangkat.  

Kata-Nya selanjutnya kepada mereka: 'kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu.  Dan kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka'. Menerima mereka dan mendengarkan pengajaran mereka adalah wajib hukumnya bagi setiap orang yang hendak menerima Yesus, menerima keselamatan hidup. Yesus mewajibkan mereka semua menerima karya pewartaan para murid yang diutusNya, karena memang segala sesuatu direncanakan oleh Allah Bapa dalam Yesus Kristus yang diutusNya. 'Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya,  yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian.  Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus' (Ef 1: 79). Yesus mewajibkan semua orang untuk mengamini sabda dan kehendakNya, bukan karena egoism diri, melainkan semata-mata demi keselamatan umatNya.

          Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat,  dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus, bantulah kami untuk dapat menjadi muridMu, sesuai tugas dan tanggungjawab kami masing-masing dalam melakukan perutusan kami, sehingga semakin banyak orang mengenal dan mengalami Engkau di dalam hidupnya. Amin

 

 

Contemplatio

'Pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat,  dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka'.

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening