Rabu dalam Pekan Biasa XIII, 1 Juli 2015

Kej 21: 5-20  +  Mzm 34  +  Mat 8: 28-34




Lectio

Setibanya di seberang, yaitu di daerah orang Gadara, datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan menemui Yesus. Mereka sangat berbahaya, sehingga tidak seorangpun yang berani melalui jalan itu.  Dan mereka itupun berteriak, katanya: "Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?"  Tidak jauh dari mereka itu sejumlah besar babi sedang mencari makan.  Maka setan-setan itu meminta kepada-Nya, katanya: "Jika Engkau mengusir kami, suruhlah kami pindah ke dalam kawanan babi itu."  Yesus berkata kepada mereka: "Pergilah!" Lalu keluarlah mereka dan masuk ke dalam babi-babi itu. Maka terjunlah seluruh kawanan babi itu dari tepi jurang ke dalam danau dan mati di dalam air.  Maka larilah penjaga-penjaga babi itu dan setibanya di kota, diceriterakannyalah segala sesuatu, juga tentang orang-orang yang kerasukan setan itu. Maka keluarlah seluruh kota mendapatkan Yesus dan setelah mereka berjumpa dengan Dia, merekapun mendesak, supaya Ia meninggalkan daerah mereka.




Meditatio

Setibanya di seberang, yaitu di daerah orang Gadara, datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan menemui Yesus. Mereka sangat berbahaya, sehingga tidak seorangpun yang berani melalui jalan itu.  Di mana itu Gadara tentunya dapat kita lihat di peta, khususnya kalau kita pernah ke tanah suci mungkin bisa membayangkannya. Kenapa orang kerasukan itu setia tinggal di pekuburan? Ada kaitannya dengan mereka yang telah meninggal? Apakah orang yang kerasukan itu suka tinggal di tempat-tempat yang sunyi, jauh dari keramaian? Mereka sepertinya takut dengan orang banyak, sehingga kalau ada orang yang mereka jumpai mengamuklah mereka. Mereka amat berbahaya. 

Mereka datang dan berteriak, katanya: "Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?" Dari mana mereka tahu Orang yang datang itu adalah Yesus? Dari mana mereka tahu bahwa Yesus adalah Anak Allah? Dari mana mereka juga tahu bahwa diri mereka akan mengalami penyiksaan dan kebinasaan? Tak jarang memang orang yang jahat itu bukanlah orang yang bodoh dan tidak tahu apa-apa. Banyak orang jahat itu adalah orang-orang  pandai dan mempunyai banyak ketrampilan. Bukankah mereka juga ada yang mampu mengadakan mukjizat, mampu bernubuat dan bahkan mengusir kuasa kejahatan? Jeruk makan jeruk?

Tidak jauh dari mereka itu sejumlah besar babi sedang mencari makan.  Maka setan-setan itu meminta kepada-Nya, katanya: "Jika Engkau mengusir kami, suruhlah kami pindah ke dalam kawanan babi itu."  Menarik juga. Mengapa setan-setan itu memilih masuk ke kawanan babi? Mungkin hanya ada kawanan babi yang sedang terlihat oleh mereka. Atau mereka juga memang senang makan pork nackle atau siobak?  Yesus berkata kepada mereka: "Pergilah!" Kenapa Yesus mengizinkannya? Apakah Yesus tidak menyukai hewan ternak? Adakah kaitannya dengan pandangan Perjanjian Lama bahwa babi adalah binatang haram? Apa salah kawanan babi itu? Namun tak dapat disangkal keselamatan jiwa raga orang-orang yang dikasihiNya lebih penting dan diutamakan. Keselamatan umat manusia selalu mendapat perhatian utama dari Tuhan sang Empunya kehidupan. Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, menyelamatkan jiwa manusia atau membinasakannya. (Luk 6:9) 

Lalu keluarlah mereka dan masuk ke dalam babi-babi itu. Maka terjunlah seluruh kawanan babi itu dari tepi jurang ke dalam danau dan mati di dalam air. Roh jahat itu selalu membinasakan. Yesus sepertinya secara sengaja membiarkan mereka membinasakan kawanan babi, karena seperti itulah memang nasib orang-orang yang membiarkan diri dibimbing oleh roh jahat, atau malah mencari perlindungan daripadanya.  

Maka larilah penjaga-penjaga babi itu dan setibanya di kota, diceriterakannyalah segala sesuatu, juga tentang orang-orang yang kerasukan setan itu.  Para penjaga itu lari ke kota, karena merekalah yang harus mempertanggungjawabkan peristiwa itu. Mereka dengan hati-hati merawat dan menjaga kawanan babi, tetapi terjadilah peristiwa yang tidak dikehendaki. Apakah mereka tidak mendengar perkataan Yesus dengan kedua orang yang tadinya kerasukan itu? Mungkin ada yang mendengar dan mungkin ada yang tidak sama sekali. Maka keluarlah seluruh kota mendapatkan Yesus dan setelah mereka berjumpa dengan Dia, merekapun mendesak, supaya Ia meninggalkan daerah mereka. Mereka mendesak Yesus keluar dari wilayah mereka, karena sepertinya mereka tidak mau kehilangan lagi kawanan ternak yang mereka miliki. Mereka hanya mendesak Yesus, karena mereka juga takut kepada sang Guru. Mereka juga tidak mau tahu dengan keadaan kedua orang yang tadinya sakit itu. Mereka hanya tidak mau kehilangan harta benda yang mereka miliki lagi. Mereka pun sepertinya juga berkata apakah urusanMu dengan kami, pergilah, jangan mengganggu kami. Mereka tidak mampu berkata seperti sang perwira yang memohon kesembuhan bagi hambanya yang sedang sakit.




Lectio

Ya Yesus Kristus, jauhkanlah kami dari kegelapan yang memisahkan kami daripadaMu, tetapi mampukan kami agar dapat memperhatikan kepentingan sesama, bukan hanya egoisme untuk diri kami sendiri. Sebab Engkaulah sumber keselamatan bagi setiap orang. Amin


Contemplatio 

'Maka keluarlah seluruh kota mendapatkan Yesus dan setelah mereka berjumpa dengan Dia, merekapun mendesak, supaya Ia meninggalkan daerah mereka'. 









Oremus Inter Nos, 
Marilah kita saling mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening