Sabtu dalam Pekan Biasa XIII, 4 Juli 2015


Kej 27: 15-29 +  Mzm 135  +  Mat 9: 14-17



Lectio

Pada waktu datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: "Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?"  Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.  Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya.  Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya."

 

 


Meditatio

'Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?', tanya para murid Yohanes kepada Yesus. Mengapa mereka tidak bertanya antar murid saja terlebih dahulu? Bukankah ada dua murid Yesus yang dahulu adalah murid-murid Yohanes, yang tentunya mengandaikan adanya relasi yang hidup antar mereka? Atau mungkin mereka malahan akrab dengan para murid orang-orang Farisi, karena sama-sama mempunyai kebiasaan berpuasa? Apakah puasa bagi mereka itu suatu kebanggaan atau beban? Ada yang bangga pasti, ada juga yang dirasakan sebagai beban. Atau memang mereka sudah saling mempersoalkannya, tetapi tidak mendapatkan jawaban pasti dari para murid Yesus?   Jawab Yesus kepada mereka: 'dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka?'.  Yesus dengan tegas membandingkan relasi diriNya dengan para muridNya. Dialah sang Mempelai dan semua sahabat-sahabatNya. Sungguh benar,  bahwa mereka adalah sahabat-sahabat Yesus (Yoh 15), karena Yesus sendiri yang menyatakannya. Mereka para murid tidak perlu berpuasa karena bersama dengan diriNya. Mengapa kita harus berpuasa dan mengendalikan diri, bila memang kita bersama-sama dengan Yesus? Bukankah Yesus sendiri yang membimbing dan menuntun kita?  'Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa', sambung Yesus. Tidak bersama Yesus, orang harus berani mengendalikan dirinya.  

'Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya.  Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur, tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya'. Segala-galanya ada waktunya. Pada waktu Yesus di taman Getsemani, memang mereka diminta berjaga bersamaNya (Mat 26); walau tak dapat disangkal banyak di antara murid yang melarikan diri dan tak mau berjaga bersamaNya sejenak. Semuanya lari, semuanya tak mampu mengendalikan diri supaya tetap mengikuti Dia sang Guru. Mereka semua lari dan tidak ada yang berpuasa. Hanya Yohanes yang kiranya setia dalam berjaga bersama Yesus, sehingga dialah yang sepertinya mendapat berkat, sehingga 'siapa yang mengutuk engkau, terkutuklah ia, dan siapa yang memberkati engkau, diberkatilah ia' (Kej 27: 29), sebagaimana dinikmati Yakub yang jauh sebelumnya telah dikondisikan sang ibu untuk bersama sang ayahnya, Ishak.

Berpuasa wajib dilakukan selama kita tidak bersama dengan Yesus sang Guru.

 



Oratio

Ya Yesus, kami amat lemah dalam berpuasa. Badan ka I begitu lemas dan tak berdaya bila memang hrus berpuasa. Kami kepadaMu, agar kami lebih mampu berpuasa hati untuk selalu dekat padaMu, dan selalu mengamini segenap kehendakMu. Amin.

  

 

 

Contemplatio

'Dapatkah sahabat-sahabat Mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka?'.

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening