Sabtu dalam Pekan Biasa XIV, 11 Juli 2015

Kej 46: 29-32 +  Mzm 105  +  Mat 10: 24-33




Lectio

Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan berkata: 'seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, atau seorang hamba dari pada tuannya.  Cukuplah bagi seorang murid jika ia menjadi sama seperti gurunya dan bagi seorang hamba jika ia menjadi sama seperti tuannya. Jika tuan rumah disebut Beelzebul, apalagi seisi rumahnya.  Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui.  Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah.  Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.  Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekor pun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu.  Dan kamu, rambut kepalamu pun terhitung semuanya.  Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.  Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga.  Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga'.

 

 


Meditatio

'Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, atau seorang hamba dari pada tuannya.  Cukuplah bagi seorang murid jika ia menjadi sama seperti gurunya dan bagi seorang hamba jika ia menjadi sama seperti tuannya', tegas Yesus. Namun tak dapat disangkal, sekarang ini banyak murid akan menjadi pandai dan melebihi gurunya. Ada banyak murid sekarang ini lebih pandai dari gurunya. Apakah tidak diprediksi oleh Yesus? Semuanya bisa terjadi dalam nama Tuhan; dan itulah yang juga pernah dinyatakan Yesus sendiri. 'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu' (Yoh 14: 12). Kepercayaan kepada Tuhan akan membuat segala sesuatu indah pada waktunya. Demikian juga dalam kejahatan, kiranya tidak ditumbuh kembangkan. Sangat baik bila dicabut dari akar-akarnya. Janganlah mereka yang membunuh harus dihukum, mereka yang marah pun harus dihukum. Benarlah apa yang disampaikan Yesus: 'jika tuan rumah disebut Beelzebul, apalagi seisi rumahnya'.

'Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui'. Kejahatan yang akan dikenakan kepada mereka para rasul juga akan diketahui banyak orang, sehingga karena tindakan jahat yang mereka lakukan itu, mereka tidak akan dipercayai orang lain.

'Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah'. Semua rahasia Allah haruslah disampaikan kepada setiap orang, karena memang Allah menghendaki semua orang beroleh selamat.

'Janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka'. Hanya kepada sang Empunya kehidupanlah kita harus takut dan merundukkan diri, karena memang Dialah Allah yang berkuasa atas orang hidup dan mati (bdk. Rom 14).  'Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekor pun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu.  Dan kamu, rambut kepalamu pun terhitung semuanya'. Kita antar manusia ini tidak ada yang berhak dan kuasa atas hidup orang lain. Hanya kepada Tuhan Allah hidup ini harus kita pertanggungjawabkan; dan Tuhan Allah akan selalu memperhatikan kita orang-orang yang dikasihiNya.  'Janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit'.

'Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga.  Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga'. Bila demikian di manakah kasih Tuhan? Apakah Allah itu begitu pamrih sehingga bila ada orang tidak menyebut namaNya, dia juga tidak akan diakuiNya sebagai umat? Kiranya kita yang sudah tahu bahwa Tuhan itu ada, baiklah kalau kita mengakuiNya. Bukankah memang Dia mengajarkan bahwa Dialah sang Empunya kehidupan ini. Keberanian kita untuk tidak mengakui keberadaan Dia, berarti meniadakan Tuhan, meniadakan keselamatan, karena hanya dalam Allah ada kehidupan dan keselamatan.

Pengakuan seorang Yusuf di hadapan para saudara adalah pengakuan akan peran Tuhan dalam hidup umatNya. Kejujuran Yusuf adalah pengakuan akan peran Allah dalam hidup ini. Kata Yusuf kepada para suadaranya: 'janganlah takut, sebab aku inikah pengganti Allah?  Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.  Jadi janganlah takut, aku akan menanggung makanmu dan makan anak-anakmu juga'.  Demikianlah ia menghiburkan mereka dan menenangkan hati mereka dengan perkataannya. (Kej 50: 19-21)

 

 

 

Oratio

Ya Yesus, dampingi dan berilah kami keberanian untuk mengakui dan menyampaikan kabar gembiraMu, bahwa Engkaulah sumber kehidupan, agar setiap orang dapat mengalami kasih dan keselamatan yang hanya berasal daripadaMu.

Santo Benediktus, doakanlah kami. Amin

 

 

Contemplatio

'Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah'.

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening