Sabtu dalam Pekan Biasa XV, 18 Juli 2015


Kel 12: 37-42  +  Mzm 136  +  Mat 12: 14-21



Lectio

Pada waktu itu, keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia.  Tetapi Yesus mengetahui maksud mereka lalu menyingkir dari sana.  Banyak orang mengikuti Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya.  Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia,  supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:  "Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa.  Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan.  Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang.  Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap."

 

 


Meditatio

Pada waktu itu, keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia.  Mengapa mereka hendak membunuh Yesus? Tentunya karena Yesus sering melakukan segala sessuatu yang tidak sesuai dengan keinginan dan kemauan mereka. Bukankah mereka kemarin dibuat jengkel, karena Yesus membiarkan para muridNya memetik bulir-bulir gandum di hari Sabat? Bukankah Dia malah mengatakan bahwa Anak Manusia itu Tuhan atas hari Sabat? Tetapi Yesus mengetahui maksud mereka lalu menyingkir dari sana.  Yesus tidak mau melawan mereka, walau Dia mempunyai banyak pengikut juga. Bukankah Yesus juga tidak mau mati sia-sia oleh umatNya sendiri? Di satu pihak Yesus menyingkir dari mereka yang hendak membunuhNya, tetapi di lain pihak  banyak orang mengikuti Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya; dan Yesus menaruh belaskasih kepada mereka.

Hanya saja Yesus dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia. Dia melarang mereka, karena memang Dia datang bukan untuk mencari nama dan kedudukan. Dia bukan ingin tebar pesona. Dia datang bukan juga ingin mencari pengikut. Yesus datang ke tengah-tengah umatNya, dan Dia tidak pernah berteriak-teriak siapakah diriNya. Dia tidak melakukan semuanya itu,  supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:  'lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan'.  Dia datang hanya untuk melakukan kehendak Bapa yang mengutusNya; dan memang Bapa hanya mengutus Dia, dan tidak ada yang lain. Dia adalah Hamba yang dipilihNya, dan Dialah yang dikasihiNya; segala sesuatu disampaikan kepada umatNya melalui Yesus, Anak Manusia. 'Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya'. Hal itu sungguh-sungguh disadari Yesus dengan mengatakan Aku ada dalam Bapa dan Bapa ada dalam Aku. Aku dan Bapa adalah Satu. 'Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa'. Hukum apa? Tentunya adalah hukum kasih, sebab Allah adalah kasih.  'Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan.  Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang'. Semua itu memang dilakukan hendak menunjukkan bahwa Allah adalah kasih. Dia panjang sabar dan penuh kasih setia. Kasih menutup segala sesuatu. Kasih itu tidak berkesudahan. Dia tidak membawa pedang; sebaliknya Dia malah mengundang setiap orang untuk berani memanggul salib. 

'Pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap',  karena pada kodratinya semua orang menghendaki keselamatan; dan keselamatan itu hanya ada pada Tuhan Allah sang Empunya kehidupan; dan Dia telah menjadi manusia, yakni Yesus Kristus Tuhan.

 

 

 

 

Oratio

Ya Yesus, suaraMu memang amat lembut, sehingga kami tak jarang kurang menaruh perhatian. Kuatkanlah suaraMu, terlebih buatlah semakin peka hati dan budi kami untuk mendengarkan suaraMu, sebab hanya kehendakMulah yang menyelamatkan. Amin.

 

 

 

Contemplatio

'Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan.  Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang'.

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening