Selasa dalam Pekan Biasa XIV, 7 Juli 2015


Kej 32: 22-32  +  Mzm 17  +  Mat 9: 32-38



Lectio

Pada waktu itu dibawalah kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan setan.  Dan setelah setan itu diusir, dapatlah orang bisu itu berkata-kata. Maka heranlah orang banyak, katanya: "Yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel."  Tetapi orang Farisi berkata: "Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan." 

Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.  Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.  Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.  Karena itu mintalah kepada Tuan yang Empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu."

 

 

 


Meditatio

Pada waktu itu dibawalah kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan setan.  Dan setelah setan itu diusir, dapatlah orang bisu itu berkata-kata. Matius sepertinya menyampaikan suatu laporan, dan bukannya sebuah cerita. Matius tidak menceritakan siapakah orang bisu itu, bagaimana orang-orang berani membawa dia kepada Yesus, mereka tahu darimana bahwa Yesus mampu menyembuhkan, bagaimana peristiwa pengusiran itu, ada roh yang keluar sambil berteriak-teriak. Bagaimana sikap dan reaksi orang bisu itu sendiri ketika sudah sembuh. Matius sekali lagi menyampaikan sebuah laporan tentang apa yang dilakukan Yesus pada saat itu.  Maka heranlah orang banyak, katanya: 'yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel'. Itulah ungkapan iman banyak orang, yang melihat dalam kacamata positif. Mereka kagum akan adanya kuasa ilahi yang tampil di depan mereka.  Tetapi tidaklah demikian dengan orang-orang Farisi yang berkata: 'dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan'. Mengapa mereka berkata demikian? Bukankah mereka itu ahli dalam kitab suci, tentunya tahu apa yang dilakukan oleh Yesus, sang Guru. Kepandaian mereka ternyata dikalahkan oleh ketajaman hati banyak orang yang percaya kepada Yesus. Apakah Yesus tidak mendengar celoteh mereka, kaum Farisi? Pasti mendengar, tetapi Yesus tidak menaruh perhatian pada ketidak percayaan mereka.

Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.  Itulah pekerjaan yang dilakukan Yesus. Semuanya membahagiakan hati banyak orang. Segala yang dilakukan  Yesus adalah kehendak Bapa di surga, yang semuanya dimaksudkan agar seluruh umatNya bahagia dan beroleh selamat. Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.  Ke mana para imam mereka? Apakah memang mereka  para imam hanya bertindak di dalam peribadatan saja, dan berdiam dalam karya penggembalaan? Atau memang jumlah para imam tidak memadai dengan jumlah umat beriman pada saat itu? Bukankah kaum Farisi banyak ambil bagian dalam kursi Musa? Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: 'tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.  Karena itu mintalah kepada Tuan yang Empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu'. Yesus menaruh hati pada keberadaan umatNya. Namun mengapa Yesus meminta mereka supaya memohon kepada sang Empunya tuaian untuk mengirim para pekerjaNya? Mengapa Yesus sendiri sebagai sang Empunya kehidupan, dan Dialah Gembala utama tidak sendiri langsung mengirimkan para pekerjaNya? Apakah Yesus mengajak umatNya meminta para pekerja dari sang Empunya tuaian, karena Dia menantang setiap orang untuk berani berusaha dan berusaha, sebagaimana digambarkan seorang Tuhan yang bergulat dengan Yakub? Bukankah tidak sulit bagi seorang Tuhan itu mengalahkan Yakub cukup dengan sabdaNya? Tuhan sepertinya tidak mau memanjakan diri umatNya. UmatKu bisa berpikir dan bekerja, maka mereka harus berusaha.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus, melalui sabdaMu hari ini kiranya kami semakin giat untuk berusaha membantu sesama dengan menanggapi panggilanMu sebagai penuai-penuai yang siap bekerja, agar orang lainpun mengalami sukacita dan keselamatan seperti yang Engkau kehendaki. Dampingi dan mampukan kami untuk itu ya Yesus. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.  Karena itu mintalah kepada Tuan yang Empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu'.

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening