Selasa dalam Pekan Biasa XV, 14 Juli 2015

Kej 2: 1-15  +  Mzm 69  +  Mat 11: 20-24





Lectio

Suatu hari Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya: "Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.  Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini.  Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu".





Meditatio

Suatu hari Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya. Mengapa Yesus tidak memaksa mereka untuk berani bertobat? Bukankah Dia itu Tuhan yang mampu melakukan segala-segalanya? Bukankah bertobat adalah prasyarat setiap orang untuk mendekatkan diri kepada Tuhan? Bukankah Yesus selalu menegaskan bahwa kehendak Tuhan Bapa di surga agar semua orang beroleh selamat? Apakah Tuhan begitu amat menghormati hak asasi? Apakah Tuhan Yesus begitu menaruh hormat pada akal budi dan kehendak bebas bagi umatNya untuk memilih yang terbaik bagi hidupnya?

"Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. Tetapi Aku berkata kepadamu: pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu".  Begitu berat sungguh orang-orang Betsaida dan Khorazim sampai-sampai tanggungan Sidon dan Tirus lebih ringan daripada mereka. Alasan apa sebenarnya mereka tidak mempunyai kemauan sedikit pun untuk bertobat dan bertobat? Apakah bertobat itu menjadi beban bagi banyak orang?

"Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini.  Tetapi Aku berkata kepadamu: pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu". Kapernaum yang sering disebut secara khusus oleh Yesus pun tidak mau berterima kasih kepadaNya. Banyak orang Nazaret pun sempat iri hati mengingat begitu seringnya Yesus mengadakan mukjizat di Kapernaum? Apakah sempat terlintas dalam di orang-orang Kapernaum bahwa aneka mukjizat itu adalah kewajiban Yesus untuk menarik hati umatNya, sehingga mereka begitu saja seenaknya menerima? Semuanya memang menunjukkan bahwa pertobatan adalah sebuah sikap hidup yang dikehendaki Tuhan Allah sang Empunya kehidupan. Demikian juga hendaknya kita, orang-orang yang menerima banyak karunia daripadaNya, berani selalu bersyukur dan berterima kasih kepadaNya. Itu semua bukanlah arti bahwa Tuhan pamrih atas kasih karunia yang dilimpahkan kepada kita, karena memang segala sembah bakti kita tidak menambah kemuliaanNya sedikit pun, tetapi  semuanya itu demi keselamatan kita dalam Kristus Tuhan.




Oratio

Ya Yesus Kristus, ajarilah kami untuk selalu berani bersyukur dan berterima kasih kepadaMu. Tuntunlah kami juga agar kami berani semakin mendekatkan diri kepadaMu, sebab hanya dalam Engkau kami beroleh keselamatan.





Contemplatio 

Suatu hari Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya.












Oremus Inter Nos, 
Marilah kita saling mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening