Selasa dalam Pekan Biasa XVI, 21 Juli 2015


Kel 14: 21-31  +  Mzm  +  Mat 12: 46-50



Lectio

Pada waktu itu ketika Yesus masih berbicara dengan orang banyak itu, ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya berdiri di luar dan berusaha menemui Dia.  Maka seorang berkata kepada-Nya: "Lihatlah, ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan berusaha menemui Engkau."  Tetapi jawab Yesus kepada orang yang menyampaikan berita itu kepada-Nya: "Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?"  Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!  Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."

 

 


Meditatio

Pada waktu itu ketika Yesus masih berbicara dengan orang banyak itu, ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya berdiri di luar dan berusaha menemui Dia. Kenapa Maria dan saudara-saudara Yesus datang? Apakah mereka kangen kepadaNya? Siapakah yang dimaksud dengan saudara-saudara Yesus? Apakah Dia mempunyai saudara-saudari  kandung? Bukankah Yesus itu Anak tunggal? Apakah yang dimaksudkan saudara dan saudariNya itu adalah sanak-kerabat atau orang-orang yang memang dekat dengan Maria, sang Bunda? Para ahli kitan pada umumnya tidak menemukan bukti-bukti bahwa Yesus mempunyai saudara kandung.  Seorang berkata kepada-Nya: 'lihatlah, ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan berusaha menemui Engkau'.  Sepertinya Yesus sedang mengajar dalam ruangan, dalam bait Allah, sehingga dikatakan tadi mereka tidak bisa masuk. Mereka tidak masuk tentunya karena banyaknya orang yang mendengarkan pengajaranNya. Pengajaran Yesus menarik hati banyak orang, sehingga mereka tidak jemu-jemunya mendengarkanNya. Mereka sepertinya tidak telepun dulu sama Yesus, kalau hendak datang mengunjungiNya. Kalua sekarang istilahnya harus booking waktu dulu.

Tetapi jawab Yesus kepada orang yang menyampaikan berita itu kepada-Nya: 'siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?'. Jawaban Yesus sepertinya terasa pahit dan tidak mengenakkan. Apakah Dia tidak mengakui lagi sang bunda dan saudara-saudariNya? Apakah Yesus sudah lupa diri? Mengapa Yesus berkata demikian?  Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya:  'ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!  Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku'. Yesus membuka wacana baru banyak orang pada waktu itu, dan tentunya juga bagi kita sekarang. Ibu dan saudara dan saudariNya adalah mereka yang melakukan kehendak Bapa sang Empunya kehidupan. Sebab memang bukankah Dia itu sang Pemilik hidup? Bukankah Dia adalah sang Pencipta dan Pemilik umatNya? Bukankah Tuhan adalah Tuhan Allah atas orang hidup dan mati? Bukankah memang segala sesuatu diciptakan dalam SabdaNya? Apakah penyataan Yesus itu tidak meniadakan ibu dan saudara-saudariNya? Kalau Maria dan saudara-saudari Yesus bukan pelaksana-pelaksana sabda Allah tentunya benar penyataan itu meniadakan mereka. Namun siapakah tidak mengenal Maria? Apakah demikian juga saudara dan saudariNya? Saudara dan saudari Yesus memang bukanlah mereka yang mempunyai ikatan biologis denganNya. Bukankah Dia memang dikandung tanpa keinginan insani seorang laki-laki? Bukankah Dia adalah Allah yang merelakan diri menjadi manusia, dan mau masuk dalam hitugan waktu yang dibuat umatNya?   Saudara dan saudari Yesus memang hanya mereka yang sama-sama mempunyai predikat sebagai anak-anak Allah. Bukankah semua diciptakan di dalam Dia dan ada dalam Dia?

Kalau Yesus mau menerima kita sebagai saudara-saudariNya, baiklah kita juga berani bersikap seperti Dia: menerima sesama sebagai saudara. Iman dan semangat doa kita tentunya akan semakin terasa dalam keseharian kita bila memang kita bersikap seperti Yesus bersikap kepada kita.

Ada untungnyakah kita menjadi saudara dan saudariNya? Pasti ada tentunya. Kitab Kejadian mengingatkan kita, bahwasannya orang-orang yang menjadi milik Tuhan, bangsa Isrsel yang dipilihNya, mendapatkan rahmat pembebasan dari perbudakan Mesir (14). Semua ini memberi gambaran kepada kita, bahwa keberanian kita menjadi milik Tuhan berarti menjadi orang-orang yang diselamatkan; dan itu semua semakin kita rasakan dengan kehadiran sang Penyelamat di tengah-tengah umatNya.  Hanya orang-orang yang menjadi milikNya adalah oranag-orang yang mendapatkan keselamatan. Kepercayaan kita kepada Tuhan Allah sang Empunya kehidupan membuat kita menjadi orang-orang yang diselamatkan. Dalam bahasa gaul sekarang ini: orang-orang yang menjadi milik Tuhan adalah mereka yang menjadi saudara dan saudari Yesus Kristus, Tuhan sang Empunya kehidupan. Perbendaharaan kata-kata Yesus sudah amat modern dan mengatasi semua.

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, ajarilah kami menikmati rahmatMu yang menyelamatkan, yang menyatukan kami sebagai putera-puteri Bapa di surga. Semoga semunya ini semakin mendekatkan diri kami hanya kepadaMu. Amin.

 

 

Contemplatio

'Siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku'.  

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening