Senin dalam Pekan Biasa XIV, 6 Juli 2015


Kej 28: 10-22  +  Mzm 91  +  Mat 9: 18-26



Lectio

Pada waktu tertentu sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: "Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup."  Lalu Yesus pun bangunlah dan mengikuti orang itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya. 

Di tengah jalan ada seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya.  Karena katanya dalam hatinya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."  Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: "Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau." Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu. 

Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling dan orang banyak ribut,  berkatalah Ia: "Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur." Tetapi mereka menertawakan Dia.  Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk dan memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah anak itu.  Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah itu.

 

 

 


Meditatio

Pada waktu tertentu sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat. Siapakah orang itu dan siapakah namanya, tidaklah diketahui. Apakah dia sebelumnya sudah pernah berjumpa dengan Yesus, atau malah sudah pernah berkenalan dengan sang Guru, tidak diceritakan memang.  Lalu orang itu menyembah Dia dan berkata: 'anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup'. Hebat sekali orang itu. Darimana dia mengenal Yesus? Bagaimana dia tahu bahwa Yesus bisa dan mampu membangkitkan orang mati? Apakah dia sudah mempelajari kristologi? Sekali lagi, bagaimana dia mengetahui Yesus itu sang Empunya kehidupan?  Bagaimana dia tahu bahwa di hadapan Allah semua itu hidup?  Yesus pun tanpa banyak bertanya-tanya tentang orang itu bangun dan mengikuti orang itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya.

Di tengah jalan ada seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya. Berani sungguh perempuan satu ini. Dia menerobos rombongan kaum laki-laki di tengah jaman yang amat menjunjung tinggi peran kaum laki-laki. Dalam iman kepercayaan, memang tak dapat disangkal, kaum perempuan berdiri di barisan depan. Dia tidak memperhitungkan keadaan jaman waktu itu. Dia tidak mau tahu apa yang hendak dikatakan orang-orang sejamannya nanti.   Dalam hatinya dia percaya dan yakin: 'asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh'. Sebuah keyakinan pribadi, yang sulit masuk akal, tetapi itulah pribadi yang berani mendekati Yesus. Mengapa perempuan itu hanya meminta kesembuhan, dan bukannya keselamatan? Apakah dia meniru sepenuhnya permintaan Yakub, di mana Allah akan menjadikan dia bapa bangsa dengan banyak keturunan dan melindungi ke mana saja dia pergi, yang hanya meminta roti dan pakaian, serta perjalanan menuju Haran (Kej 28)? Apakah perempuan itu belum mampu mengakui perlindungan Tuhan seumur dan Dia sebagai sang Penyelamat, sekali lagi sebagaimana yang dilakukan Yakub?

Yesus berpaling dan memandang dia. Darimana Yesus tahu ada orang yang menjamah diriNya. Bukankah banyak orang yang mengikuti Dia. Apakah yang dimaksud para murid itu hanya kedua belas murid, yakni para rasulNya?  Yesus tahu langsung siapakah yang menjamah diriNya. Tidaklah demikian cerita yang diungkapkan oleh Markus, si pengarang Injil. Yesus berkata: 'teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau'. Tidak ada rencana Yesus untuk menyembuhkan perempuan itu. Iman perempuan itu mendatangkan berkat bagi  dirinya. Ia percaya , maka dia diselamatkan.  Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu. Entah kemana perempuan itu selanjutnya. Apakah dia terus mengikutiNya? Yesus pun tidak meminta perempuan itu pergi ke para imam dan membawa persembahan sebagaimana dianjurkan oleh Musa.

Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling dan orang banyak ribut,  berkatalah Ia: 'pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur'. Entah apa maksud Yesus berkata demikian? Apakah Dia sungguh-sungguh mengingatkan bahwa 'di hadapan Dia semua orang hidup' (Luk 20: 38)? Penyataan Yesus sepertinya tidak dimengerti banyak orang; maka  mereka menertawakan Dia.  Kita pun tak jarang menertawakan Yesus, sebab setia kali Yesus berkata: jika kamu ditampar pipi kananmu, berikanlah yang kiri dan amatlah mudah seekor unta masuk lubang jarum daripada orang kaya masuk Kerajaan Surga, soal balok yang ada dalam mata kita, tertawalah hati dan pikiran kita.  Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk dan memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah anak itu. Yesuslah kebangkitan dan hidup. Barangsiapa percaya kepadaNya akan hidup selama-lamanya. Itulah yang terjadi secara nyata pada waktu itu. Seandainya mereka percaya, apakah mereka dibiarkan tetap di dalam  rumah? Apakah tertawaan dan ketidak percayaan mereka membuat Yesus marah, sehingga tidak mengijinkan mereka tetap berada di dalam rumah? Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah itu.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus, bantulah kami agar berani percaya dan mengandalkan Engkau dalam hidup kami, ketika menghadapi persoalan dan tantangan, bahwa Engkau sanggup menolong kami. Sebab Engkaulah yang Empunya hidup, yang mendatangkan keselamatan bagi setiap orang yang percaya kepadaMu. Amin

 

 

 

Contemplatio

"Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau."

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening