Senin dalam Pekan Biasa XV, 13 Juli 2015


Kel 1: 8-14  +  Mzm 124  +  Mat 10:34 - 11:1




Lectio

Kata Yesus kepada para muridNya: "Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya. Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku. Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar. Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya." Setelah Yesus selesai berpesan kepada kedua belas murid-Nya, pergilah Ia dari sana untuk mengajar dan memberitakan Injil di dalam kota-kota mereka.




Meditatio

"Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang", tegas Yesus kepada para muridNya, kepada orang-orang yang mendengarkanNya.  "Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya". Mengapa semuanya harus terjadi? Semua itu harus terjadi karena setiap orang dihadapkan pada dua pilihan, yang harus diambil salah satu. Kebenaran atau kejahatan. Keselamatan atau kebinasaan. Akibat pilihan, orang akan berlawanan satu dengan lainnya. Yesus membawa pedang karena memang Dia menantang orang untuk berani mengambil sebuah pilihan. Pilihan harus diambil guna mengamini sabda dan kehendak Tuhan yang menyelamatkan. Pertentangan malah bisa terjadi dalam sebuah keluarga, karena memang keselamatan tidak dibatasi oleh keberadaan keluarga. Saudara dan saudari Yesus adalah mereka yang melakukan kehendak Bapa di surga. Yesus tentunya tetap membawa keselamatan bagi orang-orang yang berkenan kepadaNya, yakni mereka yang merindukan keselamatan. Rasa damai dan sukacita akan dialami oleh orang-orang yang merindukan kehadiran Allah. 

"Barangsiapa  mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku". Penegasan ini meminta kita untuk tetap mengutamakan sang Kehidupan itu di atas segala-galanya. Sekali lagi keselamatan tidak dibatasi oleh keluarga. Keselamatan akan dinikmati oleh setiap orang yang mengutamakan kasihnya kepada Tuhan Allah sang Empunya kehidupan. Sesama kita manusia tidak mampu menjadi jaminan keselamatan kita. Yesus tidak meminta kita membenci keluarga dan sesama. Yesus hanya meminta kita berani mengutamakan Dia dalam hidup kita. 

"Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku". Kenyataan hidup harus diterima oleh setiap orang, terlebih aneka peristiwa kehidupan yang tidak mengenakkan. Aneka peristiwa kehidupan yang seringkali tidak sesuai dengan kemauan dan keinginan kita, seharusnya malah membawa kita untuk semakin berani meminta bantuan dan pertolongan dari Tuhan Yesus sang Empunya kehidupan. Salib harus kita panggul sembari mengikuti Dia. Malah sebaliknya, kalau kita melarikan diri daripadaNya, keselamatan akan jauh dari kita. Mungkin kegembiraan insani kita peroleh, tetapi tidaklah dengan keselamatan yang berasal daripadaNya. Maka Yesus juga menambahkan: "Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya".  Keselamatan hanya ada dalam nama Yesus Kristus. 

"Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku". Mengapa? Karena memang Yesus hadir dalam diri setiap orang. Bukankah Dia sendiri pernah menegaskan bahwa apa saja yang kamu lakukan untuk saudaraKu yang hina ini, engkau telah melakukannya bagiku? Bukankah Yesus ada dalam Bapa, dan Bapa ada dalam Dia? Menyambut Yesus berarti menyambut Bapa sendiri, yang mengutusNya. Kehadiran Tuhan dapat kita temukan dalam diri sesama. Mengasihi Tuhan tidak bisa dipisahkan dengan kasih terhadap sesama. 

 Setelah Yesus selesai berpesan kepada kedua belas murid-Nya, pergilah Ia dari sana untuk mengajar dan memberitakan Injil di dalam kota-kota mereka.




Oratio

Ya Yesus yang baik, ajarilah kami untuk semakin berani memilih yang terbaik bagi hidup kami. Ajarilah kami untuk setia memanggul salib kehidupan, yang memang tidak mengenakkan ini. Ajarilah kami, ya Yesus, untuk selalu meminta bantuan daripadaMu. Amin.




Contemplatio

"Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya".  










Oremus Inter Nos, 
Marilah kita saling mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening