Hari Raya Santa Perawan Maria diangkat ke Surga, 16 Agustus 2015


Why 12: 1-6  +  1Kor 15: 20-26  +  Luk 1: 39-56



Lectio

Beberapa waktu kemudian, setelah menerima kabar sukacita, berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda.  Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus,  lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.  Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?  Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.  Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana."

Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan,  dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,  sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,  karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.  Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.  Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah;  Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa;  Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya,  seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya."

Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.

 

 


Meditatio

Beberapa waktu kemudian, setelah Maria menerima kabar sukacita, berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. Berapa lama tenggang waktu keberangkatan Maria ke pegunungan ini dengan penerimaan kabar gembira?  Berapa jauh perjalanan yang ditempuhnya? Apakah dia seorang diri pergi ke Yehuda, atau ada yang mendampinginya? Apakah dia berjalan kaki atau naik keledai?  Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Apakah Maria sudah terbiasa ke rumah Zakharia? Atau masih harus bertanya-tanya di mana rumah pasutri Zakharia dan Elizabet? Mengapa yang diberi salam hanya Elizabet? Apakah karena fokus kunjungannya adalah kepada Elizabet? Atau memang Zakharia pada waktu itu sedang berada di tempat lain? Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus.  Sukacita dan kegembiraan dinikmati oleh Elizabet, karena kunjungan seorang Maria ke tengah-tengah keluarganya. Lonjakan anak yang ada dalam rahimnya adalah ungkapan sukacita keseluruhan jiwa dan badan Elizabet. Kunjungan Maria memang membawa sukacita, bahkan mendatangkan berkat Allah sendiri. Elizabet merasakannya sebagai orang yang  penuh dengan Roh Kudus.

'Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu'.  Elizabet mengakui siapakah orang yang ada di depannya itu. Dia adalah seorang perempuan yang benar-benar terberkati dari kaum perempuan lainnya. Elizabet tahu siapakah yang ada dalam Rahim perawan Maria yang ada di depannya itu. Rahimnya kudus, karena ada sang Kudus di dalamnya.   'Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?'  Elizabet merasa diri sebagai orang yang tak berdaya tetapi mendapatkan kunjungan dari seorang yang agung dan mulia. Seorang ibu Tuhan mengunjungi seorang anak manusia seperti dirinya. Akulah orang hina ini yang seharusnya datang kepadamu, dan bukan sebaliknya engkau yang malah mengunjungi aku.  'Sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan'.  Suara sapaan orang yang membawa berkat Tuhan memang  memberi semangat dan kehidupan baru. Kita pun diajak untuk membawa berkat bagi sesama.

'Berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana'.  Mengapa terjadi peralihan kepada subyek kedua, dan bukannya tetap pada subyek pertama? Mengapa Elizabet tidak berkata kamu melainkan dia? Apakah memang diandaikan dikenakan kepada setiap orang yang mau percaya kepada Tuhan sebagaimana dilakukan oleh Maria? Elizabet memuji bahagaia setiap orang yang mau percaya kepada Tuhan Allah sang Empunya kehidupan. Percaya kepada Tuhan bahwa segalanya akan terlaksana padanya membuat seseorang merasakan sukacita dan damai.

Lalu kata Maria:

Jiwaku memuliakan Tuhan,  dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku. Maria merasakan sukacita dan bahagia. Hatinya penuh kasih dan kegembiraan. Maria merasakan kegembiraan karena Tuhan Allah. Sang Penyelamatnya  memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Maria sadar, bahwa mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia. Banyak orang akan memuji bahagia dirinya. Maria tahu semuanya itu. Semuanya itu terjadi karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.

Sebagai seorang beriman, Maria yakin bahwa rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Tuhan akan melimpahkan sukacita, sebagaimana dialaminya itu, juga kepada orang-orang lain, yakni mereka yang taat dan takut akan Dia.

Maria yakin dan percaya bahwa Tuhan akan memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya. Orang sombong akan diruntuhkannya. Mereka akan diporak-porandakan.

Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah. Allah selalu memberi pengharapan, bahwa segala yang baik akan terjadi pada orang-orang yang percaya kepadaNya.

Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa. Dia menjungkir-balikkan segalanya, terlebih mereka yang merasa mapan akan dirinya dan tidak tahu terhadap orang lain. Tidak ubahnya sebagaimana dilambangkan dengan seorang Lazarus yang miskin dengan orang yang kaya raya.

Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya,  seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya. Israel menjadi pilihanNya, karena merekalah memang umat milik Allah semenjak semula. Mereka adalah orang-orang yang dikasihiNya.

Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya. Mengapa Maria tinggal tiga bulan bersama Elizabet? Apalah hanya ingin menunggu kelahiran bayi yang dikandung Elizabet? Apakah Maria tahu dan hadir pada saat Elizabet dan keluarganya hendak memberi nama kepada anak yag baru lahir itu? Atau mungkinkah Maria pulang terlebih dahulu sebelum Yohanes lahir?

Segala yang indah dan mulia yang dimiliki Maria inilah yang mengkondisikan dirinya boleh menikmatr sukacita abadi di surga. Gereja yakin sang ibu Tuhan telah menikmati kemuliaan surgawi, yang memang semuanya terjadi hanya karena Yesus Kristus sang Puteranya. 'Kristus sebagai buah sulung', Dialah Anak Manusia yang pertama kali masuk dalam kemuliaan surgawi, karena kematian dan kebangkitannya dari alam maut, maka demikian juga 'mereka yang menjadi milik-Nya, tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya' (1Kor 15: 23). Kristuslah sang Putera yang membuat Maria sang ibu Tuhan itu ikut terangkat ke surga penuh kemuliaan.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur atas kehadiran dan sapaanMu yang selalu mendatangkan sukacita bagi setiap orang. Kiranya kehadiranMu dalam diri kami juga mendatangkan berkat dan sukacita lewat sikap dan perbuatan kami terhadap sesama yang kami temui.

Santa Maria, doakanlah kami. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus.

 

 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening