Jumat dalam Pekan Biasa XIX, 14 Agustus 2015

Yos 24: 1-13  +  Mzm 136  +  Mat 19: 3-12




Lectio

Pada waktu itu datanglah  orang-orang Farisi kepada-Nya untuk mencobai Dia. Mereka bertanya:  "Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?"  Jawab Yesus: "Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan?  Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.  Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."  Kata mereka kepada-Nya: "Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya?"  Kata Yesus kepada mereka: "Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian.  Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah." 

Murid-murid itu berkata kepada-Nya: "Jika demikian halnya hubungan antara suami dan isteri, lebih baik jangan kawin."  Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang dikaruniai saja.  Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti."

 

 


Meditatio

'Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?', tanya beberapa orang Farisi yang hendak mencobai dan menjebak Yesus. Mereka bertanya, bukan untuk mencari tahu, melainkan hanya ingin mencelakakan orang lain. Mereka sudah tahu apa yang hendak mereka tanyakan; sekali lagi, hanya ingin menjebak sang Guru, Orang Nazaret, yang sering menjadi batu sandungan bagi mereka.

'Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan?', sahut Yesus menanggapi pertanyaan mereka.  'Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.  Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia'.  Kesatuan laki-laki dan perempuan sebagai suami isteri adalah kehendak Allah sendiri. Dia menciptakan secara berbeda, tetapi hanya semata-mata agar mereka bersatu. Tuhan Allah menciptakan sesuatu berbeda, bukan untuk memisahkan satu dengan lainnya, melainkan untuk menyatukan.

'Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya?', komentar orang-orang Farisi yang merasa tidak puas dengan jawabanNya. Mereka tidak puas dengan jawaban Yesus, karena memang nabi Besar mereka dalam Perjanjian Lama, yakni Musa mengijinkan adanya perceraian.  'Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian', sahut Yesus kepada mereka semua. Kesatuan hati adalah kehendak Allah, dan bukannya perceraian.  'Tetapi Aku berkata kepadamu: barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah'. Perzinahan mengkondisikan adanya perceraian? Tekanan Yesus sebagaimana dimengerti oleh Matius adalah soal kesetiaan. Tekanan Yesus adalah soal kesetiaan, dan bukannya perceraian. Yesus meminta agar setiap orang setia kepada suami atau isterinya masing-masing. Perzinahan adalah perlawanan terhadap kehendak Tuhan Allah sendiri yang setia dalam mendampingi umatNya.

'Jika demikian halnya hubungan antara suami dan isteri, lebih baik jangan kawin',  komentar para murid. Apa maksud komentar mereka? Apakah mereka menyatakan ketidakmampuan dan ketidakmauan mereka untuk setia? Apakah mereka menyetujui adanya perceraian? Apakah mereka hendak menyatakan, kalau memang tidak bisa setia dengan pasangannya lebih baik tidak menikah? Apakah ada gambaran dalam diri mereka untuk tidak kawin? Tidak kawin? 'Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang dikaruniai saja', sahut Yesus menanggapi soal kemungkinan adanya sikap dan tindakan orang untuk tidak kawin. Sulit dimengerti oleh banyak orang kalau ada seseorang yang tidak kawin dalam hidupnya. Padahal dalam kenyataan, tegas Yesus,  'ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya'.  Apakah ada kelemahan fisik dalam diri seseorang?  Tak dapat disangkal, faktor genetis dapat membuat seseorang mengalami kelemahan dan keterbatasan fisik dan mental.  'Ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain'. Tindakan kekerasan dan penganiayaan menjadikan seseorang lemah dan amat terbatas dalam menikmati kemampuan fisiknya.  'Dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga'.  Ada orang yang secara sengaja tidak mau kawin, dan mempersembahkan hidupnya untuk Tuhan dalam sesama. Paulus dalam suratnya kepada umat di Korintus menegaskan: 'orang yang tidak beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, bagaimana Tuhan berkenan kepadanya.  Orang yang beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan isterinya,  dan dengan demikian perhatiannya terbagi-bagi. Perempuan yang tidak bersuami dan anak-anak gadis memusatkan perhatian mereka pada perkara Tuhan, supaya tubuh dan jiwa mereka kudus. Tetapi perempuan yang bersuami memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan suaminya' (1Kor 7: 32-34).

Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti."

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, mampukanlah kami untuk tetap setia pada janji-janji kami dalam mengemban tugas perutusan kami masing-masing. Dampingi dan sertai kami selalu, ya Yesus, agar kesatuan hati kami dalam keluarga semakin tumbuh dan berkembang, sehingga pada akhirnya kami dapat menampakkan diri sebagai keluarga kudus, di mana Engkau sendiri ada di tengah-tengah kami.

Santo Maksimilianus, doakanlah kami. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang dikaruniai saja',

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening