Jumat dalam Pekan Biasa XVIII, 7 Agustus 2015


Ul 4: 32-40  +  Mzm 77  +  Mat 16: 24-28



Lectio

Suatu hari Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.  Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.  Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?  Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya."

 

 


Meditatio

'Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku', tegas Yesus kepada semua orang yang mendengarkan pengajaranNya. Yesus meminta diriNya diutamakan. Mengapa? Karena hanya dalam Dia ada keselamatan. Keselamatan itu hanya ada dalam nama Tuhan Allah sang Empunya kehidupan. Karena itu Yesus menegaskan:  'barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya'. Orang tidak mampu menyelamatkan dirinya. Apalah arti orang menyelamatkan diri, kalau memang keselamatan itu hanya dimiliki oleh Allah?  'Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?'. Kita manusia memang tak berdaya menyelamatkan diri kita. Kemampuan kita itu tidak ubahnya membangun rumah yang indah dan megah, dan segala fasilitas terpenuhi. Namun apakah arti semuanya itu bila terjadi bencana alam. Rumah tak mampu melindungi kita untuk bertahan. Atau tak ubahnya kita memakai lensa gelap dan berkata bahwa hari ini mendung, tak ada matahari. Keselamatan yang kita rindukan memang tidaklah kita yang menentukan, yakni dengan aneka kegiatan baik yang dapat kita lakukan, tetapi semata-mata terjadi hanya bila kita mau mengikuti Dia, menyangkal diri dan memanggul salib. Hanya kemauan mengikuti Tuhan Yesuslah yang mendatangkan rahmat dan berkat bagi kita. Apa pun dapat kita kerjakan, apa pun karunia dapat kita peroleh juga, tetapi kiranya yang mendatangkan keselamatan hanyalah keberanian kita mengikitui Dia. Pernyataan Paulus kiranya juga mengingatkan kita, bahwasannya segala sesuatu dapat kita lakukan, tetapi jika tanpa cinta kasih, maka semuanya akan sia-sia belaka.

'Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya'. Apakah Dia akan memisahkan yang seorang dengan yang lain, seperti kawanan kambing dan domba? Seperti ikan yang baik dimasukkan dalam pasu dan yang tidak dibuang kembali ke dalam laut? Ataupun bulir-bulir gandum dari ilalang? Berdasarkan perbuatan kita manusia, lalu di mana kasih Tuhan? Dimanakah kemurahan hatiNya? Apakah memang akan dilaksanakan sebagaimana yang pernah dikatakan  bahwa Dia datang dengan membawa pedang?  

'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya'.  Siapakah dia Tuhan?

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, ajarilah kami agar dalam menjalani hidup tidak berpusat pada diri sendiri, tetapi berani berkorban, seperti Engkau sendiri yang rela wafat di salib demi keselamatan kami. Mampukan dan dampingi kami selalu, ya Yesus.

Santo Albertus Trapani, doakanlah kami. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku'.

 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening