Jumat dalam Pekan Biasa XXI, 28 Agustus 2015

1Tes 4: 1-8  +  Mzm 97  +  Mat 25:  1-13



 

Lectio

Suatu hari Yesus bersabda: 'pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki.  Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana.  Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak,  sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka.  Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur.  Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!  Gadis-gadis itu pun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka.  Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam.  Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ. Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup.  Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu!  Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu. 

Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya".

 

 

 

 

Meditatio

Jadilah orang bijak.  Sebab merekalah yang dapat menghadapi segala sesuatu. Orang-orang bijak adalah mereka yang siap sedia menghadapi segala sesuatu. Mereka selalu berada dalam kondisi sedia payung sebelum hujan. Orang bijak adalah dia yang dapat memilih sesuatu yang baik bagi dirinya

'Berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya', tegas Yesus, sebagaimana dikatakan Yesus mengakhiri perumpamaan yang diberikanNya. Setiap orang harus bijak dan siap sedia selalu untuk memyambut kedatangan Allah dalam setiap peristiwa hidupnya. Seperti gadis-gadis bijak tadi, mereka siap sedia kapan pun pengantin datang, karena memang mereka telah mempersiapkan diri dan mengkondisikan segala kemungkinan yang bisa terjadi.

Kedatangan Allah yang secara mendadak dan tiba-tiba hanya bisa dimengerti agar kita siap sedia meninggalkan dunia ini? Mungkin itu hanyalah salah satu peristiwa kehidupan. Namun lebih dari itu, perumpamaan mengajak setiap orang untuk siap sedia akan kedatangan sang anak Manusia untuk kedua kalinya. Dia akan datang dalam kemuliaanNya. Dia datang kembali untuk mengajak setiap orang ikut bersamaNya, supaya dimana Aku berada kamu pun berada (Yoh 14). Kedatangan sang Mesias tidaklah harus dimengerti pada peristiwa kematian, melainkan kesiapsedian setiap orang untuk menyambut Dia dalam keadaan yang layak dan pantas menerimaNya. Bukankah orang-orang yang siap menerima kehadiranNya adalah orang-orang hidup? Apakah kehadiran sang Anak Manusia itu kehadiranNya yang harus disambut secara pribadi oleh seseorang? Atau memang kelak di akhir jaman?

Orang-orang yang bertindak seperti gadis-gadis bijak itu adalah mereka yang selalu menguduskan diri, sebagaimana dikatakan Paulus dalam suratnya kepada umat di Tesalonika (1Tes 4: 1-8). Yesus sendiri pun mengajak kita untuk selalu kudus. Kuduskanlah mereka dalam sabdaMu, ya Bapa.  Ada baiknya kita berani menguduskan diri kita selalu, yakni dengan selalu berkomunikasi dengan Dia sang Empunya kehidupan. Kita rayakan sabdaNya, baik secara pribadi ataupun bersama, dan kita hayati dalam keseharian hidup ini.

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, berilah kami kesetiaan dan hati yang bijaksana dalam mempersiapkan diri untuk menyongsong kedatanganMu nanti. Kuduskanlah kami dengan sabda dan kehendakMu, agar kami kedapatan setia sampai akhir hidup kami, dan siap menyambut kedatanganMu yang mulia.

Santo Agustinus, engkau mengatakan bahwa kesabaran adalah teman dari kebijaksanaan, maka doakanlah kami agar kamipun boleh menikmati buahnya nanti. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya'.

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening