Pesta Yesus menampakkan KemuliaanNya, 6 Agustus 2015


2Pet 1: 16-19  +  Mzm 77  +  Mrk 9: 2-10



Lectio

Suatu hari pergilah Yesus  membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka,   dan pakaian-Nya sangat putih berkilat-kilat. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang dapat mengelantang pakaian seperti itu.   Maka nampaklah kepada mereka Elia bersama dengan Musa, keduanya sedang berbicara dengan Yesus.   Kata Petrus kepada Yesus: "Rabi, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia."  Ia berkata demikian, sebab tidak tahu apa yang harus dikatakannya, karena mereka sangat ketakutan.   Maka datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara: "Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia."  Dan sekonyong-konyong waktu mereka memandang sekeliling mereka, mereka tidak melihat seorang pun lagi bersama mereka, kecuali Yesus seorang diri. 

Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka, supaya mereka jangan menceriterakan kepada seorang pun apa yang telah mereka lihat itu, sebelum Anak Manusia bangkit dari antara orang mati.  Mereka memegang pesan tadi sambil mempersoalkan di antara mereka apa yang dimaksud dengan "bangkit dari antara orang mati."

 

 


Meditatio

Suatu hari pergilah Yesus  membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Mengapa hanya mereka bertiga yang diajak Yesus? Apakah yang lain sibuk dengan pekerjaannya? Yesus telah memilih duabelas orng murid, mengapa Dia hanya memilih tiga orang pergi ke gunung?  Di gunung itu mereka sendirian saja. Untuk apa mereka naik ke atas? Tidak diberitahukan terlebih dahulu kepada mereka sepertinya.  Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka,  dan pakaian-Nya sangat putih berkilat-kilat. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang dapat mengelantang pakaian seperti itu. Kemilau-milauan tentunya suasana pada waktu itu. Inilah tanda kehadiran yang ilahi.  Maka nampaklah kepada mereka Elia bersama dengan Musa, keduanya sedang berbicara dengan Yesus.  Dua tokoh besar dalam sejarah Perjanjian Lama hadir bersama dengan Yesus. Entah apa yang mereka perbincangkan. Penampakkan kedua tokoh besar ini juga hendak mengatakan bahwa Yesus minimal mempunyai martabat. Kedudukan dan peran sama dengan mereka berdua. 

'Guru, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia', kata Petrus kepada Yesus.  Petrus tentunya bangga dan kagum akan keindahan ilahi yang ada di depan mata mereka.  Mereka sangat ketakutan di hadapan yang ilahi amatlah wajar. Mereka takut, karena sadar diri sebagai umat manusia berdiri di hadapan kekuatan ilahi, apalagi adanya tokoh-tokoh besar dalam penampakkan itu. Hanya saja Markus menuliskan:  ia berkata demikian, sebab tidak tahu apa yang harus dikatakannya. Entah apa maksudnya? Bukankah mereka bertiga malah bergembira dan bersukacita atas semuanya itu? Kalau mereka mendirikan tiga kemah, lalu mereka sendiri akan tinggal di mana? Peralatan apa yang mereka miliki sehingga mau mendirikan kemah?

Maka datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara: 'inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia'. Suara itu begitu terdengar, sepertinya hendak menjawabi kemauan baik Petrus bersama kedua kawannya. Tidaklah penting mendirikan kemah-kemah itu, sebaliknya mereka diminta untuk berani mendengarkan sang Anak Manusia; dan memang benar  waktu mereka memandang sekeliling mereka, mereka tidak melihat seorang pun lagi bersama mereka, kecuali Yesus seorang diri. Bukan Elia atau Musa yang dinyatakan, melainkan Yesus Kristus sendiri. Dia tidak pernah menyebutkan siapakah diriNya,  melainkan Allah sendiri menyatakan bahwa memang Dialah Anak yang dikasihiNya, dan hanya kepadaNyalah Bapa berkenan.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, Engkau menampakkan kemuliaanMu, karena memang Engkaulah Allah yang hidup, yang memberi keselamatan bagi setiap orang. Bantulah kami dalam mendengarkan sabdaMu, dan buatlah kami setia mengaminiNya. Amin.

 

 

 

Contemplatio

'Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia'.  

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening