Rabu dalam Pekan Biasa XIX, 12 Agustus 2015


Ul 34: 1-12  +  Mzm 66  +  Mat 18: 15-20



Lectio

Pada waktu itu berdabdalah Yesus: "apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali.  Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan.  Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai.  Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.

Aku berkata kepadamu: jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."

 

 

 


Meditatio

'Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata', kata Yesus kepada para muridNya. Adanya kekurangan sesama, bukanlah untuk dibicarakan atau dibahas dengan orang lain, melainkan harus segera diselesaikan dan diperbaiki. Berbicara empat mata adalah perihal yang amat konfirmatif satu sama lain.  'Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali.  Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan'. Seperti pohon ara yang tak berbuah, Yesus mengijinkan mereka yang merawatnya untuk mencangkul dan menyuburkan tanah sekitarnya terlebih dahulu, siapa tahu tahun depan berbuah. Kita diajak untuk bersikap penuh kasih, sebagaimana Allah adalah Kasih.  'Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai'. Penegasan Yesus sepertinya amat berjenjang. Seseorang yang berdosa harus diselamatkan, diajak kembali bertobat dan berdamai dengan Allah. Kita ajak orang lain untuk memperbaiki sesama yang berdosa sekali hanyalah dimaksudkan agar dia kembali bertobat dan mengasihi Allah dengan segenap hati. Ketidakmauan orang untuk kembali berdamai dengan Allah tidak ubahnya orang yang tidak mengenal Allah atau pemungut cukai. Orang yang mengenal Allah adalah orang yang selalu berdamai dengan Allah, dan tentunya dengan sesama.

'Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga'. Sungguh besar kuasa yang diterima para murid, tetapi tentunya harus dimengerti agar mereka benar-benar berani memaafkan dan mengampuni segala kesalahan sesama. Sebab memang hanya Tuhan Allahlah sang Empunya kehidupan yang berkuasa atas surga dan bumi. Kemampuan dan kuasa untuk mengikat dan menguasai tak lain dan tak bukan sekali lagi hanya dimaksudkan agar setiap murid berani memaafkan kesalahan sesama dan siap sedia berbagi kasih dengan orang lain.

'Aku berkata kepadamu: jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga', tegas Yesus. Mengapa bisa begitu?  'Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka'.  Kehadiran Anak Manusia, kehadiran Yesus Kristus sendiri di tengah-tengah para muridNya, di tengah-tengah kita umatNya, memberi jaminan bahwa segala permohonan kita mendapatkan jaminan untuk dikabulkan. Bagaimana kita dapat memahami hal ini? Sungguh segala permohonan yang kita mohon bersama-sama selalu mendapatkan pengabulan? Pernahkah kita merasakan dan mengalaminya? Apakah pengabulan doa-doa permohonan yang kita panjatkan terkabulkan juga pada saat itu, atau kita diminta mengambilnya sendiri? Bukankah Tuhan tidak pernah melempar segala karunia dan berkatNya?

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus,  berilah kami hati yang mampu mengasihi dan mengampuni mereka yang bersalah kepada kami, agar kelak kami dapat menikmati keselamatan kekal bersamaMu. Ajarilah kami juga berani bangkit dan tidak tenggelam dalam dosa. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga'.

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening