Rabu dalam Pekan Biasa XVIII, 5 Agustus 2015


Bil 13: 1-2  +  Mzm 106  +  Mat 15: 21-28



Lectio

Suatu hari pergilah Yesus ke daerah Tirus dan Sidon.  Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita."  Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: "Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak."  Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."  Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku."  Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."  Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."  Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

 

 


Meditatio

Suatu hari pergilah Yesus ke daerah Tirus dan Sidon. Entah mau apa Yesus pergi ke daerah Tirus dan Sidon ini. Apakah Yesus hendak berjalan-jalan saja? Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: 'kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita'.  Darimana perempuan ini tahu tentang Yesus, apalagi mengenalNya sebagai Anak Daud? Bagaimana dia tahu bahwa anak Daud ini adalah Orang yang penuh kuasa?  Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Mengapa Yesus bersikap seperti itu? Apakah karena Dia merasa berada di wilayah asing, sehingga tidak bebas mengadakan aneka kegiatan? Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: 'suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak'. Para murid sepertinya mengambil keputusan, agar Yesus yang menyuruh perempuan itu pulang. Karena di satu pihak Yesus mendiamkan perempuan itu, tetapi di lain pihak perempuan itu terus berteriak-teriak. Para murid mengambil keputusan untuk menyuruhnya pulang, seperti yang pernah diusulkan ketika Yesus mengajar banyak orang sampai petang.

'Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel', tegas Yesus kepada perempuan itu. Yesus berdiam diri, karena perempuan itu bukanlah seseorang dari kawanan domba Israel.  Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: 'Tuhan, tolonglah aku'.  Perempuan ini nampaknya adalah seorang pemberani, dia tidak berhenti dengan adanya perlawanan. Perempuan itu malah mendekat kepada Dia yang melawannya, Dia yang dimintai bantuanNya. Dia mendekat sepertinya karena ada keyakinan dirinya kepada Anak Daud, yang kini dipanggilnya sebagai Tuhan itu.  Tetapi Yesus menjawab: 'tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing'. Kalau tadi Yesus menegaskan bahwa Dia hanya diutus kepada domba-domba Israel, sekarang Dia menegaskan bahwasannya tidak layak melemparkan hak seseorang manusia kepada hewan, memberikan sesuatu yang bukan pemilik hak itu.  Sungguh Yesus sedang menguji iman perempuan Kanaan ini dengan mengumpamakannya dengan anjing, yaitu orang kafir yang dipandang hina oleh bangsa Yahudi. Kata perempuan itu: 'benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya'. Sebuah sikap rendah hati yang amat mendalam yang dimiliki perempuan Kanaan ini. Dia tidak marah ketika dijatuhkan dan diremehkan oleh seorang Tuhan. Dia menyadari sungguh bahwa dia bukanlah bangsa terpilih umat Allah. Dirinya hanyalah seorang perempuan, dirinya hanyalah seorang Kanaan. Dirinya hanyalah seperti anjing yang mencari-cari remah yang jatuh dari meja sang tuannya.

'Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki', sahut Yesus yang tidak mau dibelenggu oleh batasan-batasan insani. Keselamatan adalah milik setiap orang yang percaya. Semua orang boleh menikmati keselamatan, yang memang adalah kehendak Allah sendiri agar semua orang beroleh selamat.  Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, ajari kami untuk terus dan tetap beriman kepadaMu, bukan hanya di kala mengalami masalah, tetapi sebagai anak-anakMu yang setia berkomunikasi dan menjalin relasi denganMu. Amin




Contemplatio

'Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing'.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening