Sabtu dalam Pekan Biasa XIX, 15 Agustus 2015


Yos 24: 14-29  +  Mzm 16  +  Mat 19: 13-15



Lectio

Pada waktu itu datanglah  orang-orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.  Tetapi Yesus berkata: "Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga."  Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan kemudian Ia berangkat dari situ.

 

 


Meditatio

Pada waktu itu datanglah  orang-orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka.  Suatu tindakan yang amat baik: memperkenalkan anak-anak mengenal Yesus, sekaligus memohon berkat bagi mereka.  Orangtua memang harus berbuat terbaik  bagi anak-anaknya. Semakin sering orangtua membawa anak-anaknya kepada Yesus berarti mengkondisikaan anak-anak , buah hati keluarga, mengenal Tuhan Allah, dan membiasakan mereka meminta berkat daripadaNya. Membiasakan anak-anak meminta berkat dari Tuhan Yesus mengingatkan mereka semua sebagai ranting-ranting anggur yang tak dapat hidup lepas dari pokonya.

Akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.  Mengapa mereka melarangnya? Apakah kedatangan anak-anak membuat suasana gaduh? Bukankah keselamatan juga harus mulai dinikmati oleh anak-anak kita?  Pengenalan akan Kristus Tuhan sebagai sang Kehidupan haruslah dimulai semenjak awal. Perhatian terhadap anak-anak memang tidak menghasilkan rejeki, malah kita harus memberi rejeki kepada mereka; tetapi tidak dapat disangkal, apa yang kita lakukan bagi mereka sebagai investasi nyata akan kehidupan.  'Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga', tegas Yesus. Sikap anak-anak yang selalu membutuhkan uluran tangan kedua orangtuanya menyenangkan hati Tuhan. Karena sikap seperti itulah juga yang seharusnya dinyatakan setiap orang dalam perjalanan hidup ini. Mereka, kita semua, harus berani menaruh harapan hanya kepada Tuhan. Hanya pada Tuhanlah aku dapat menikmati hidup ini dengan penuh syukur. Karena memang 'Engkau harta dan milik pusaku, ya Tuhan' (Mzm 16).    Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan kemudian Ia berangkat dari situ.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, dampingilah kami semua dalam mendampingi keluarga kami masing-amsng. Kami bersyukur kepadaMu, karena Engkau menempatkan kami dalam keluarga, sebagaimana Engkau sendiri pernah merasakannya dalam keluarga Nazaret.

Berkatilah keluarga kami, ya Tuhan. Letakkanlah tanganMu atas anak-anak kami. Amin.

 

 

 

Contemplatio

'Yesus  meletakkan tangan-Nya atas mereka dan kemudian Ia berangkat dari situ'.

 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening