Sabtu dalam Pekan Biasa XVIII, 8 Agustus 2015


Ul 6: 4-13  +  Mzm 18  +  Mat 17: 14-20



Lectio

Ketika Yesus dan murid-murid-Nya kembali kepada orang banyak itu, datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah,  katanya: "Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air.  Aku sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya."  Maka kata Yesus: "Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!"  Dengan keras Yesus menegor dia, lalu keluarlah setan itu dari padanya dan anak itu pun sembuh seketika itu juga. 

Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: "Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?"  Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, -- maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.

 

 


Meditatio

Ketika Yesus dan murid-murid-Nya kembali kepada orang banyak itu, datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah. Siapakah nama orang itu tidak diketahuinya. Apakah sebelumnya sudah pernah mendengar pengajaran sang Guru, sehingga dia tertarik datang kepadaNya, tidak diketahui juga. Yang dia tentunya mempunyai iman untuk berani datng dan memohon kepadaNya.   Kata orang itu: 'Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air.  Aku sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya'.  Orang itu tidak puas dengan pelayanan yang diberikan para murid. Para murid dianggapnya tidak sama dengan sang Guru. Apakah tindakannya sebagai sikap naik banding karena ketidakpuasannya dalam pelayanan yang diberikan para murid?  Maka kata Yesus: 'hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!'. Teguran yang cukup keras diberikan Yesus kepada mereka. Ketidakpercayan menghalangi terjadinya sebuah mimpi indah yang menjadi dambaan seseorang. Ketidakpercayaan menghalang-halangi segala sesuatu yang dirindukan manusia itu sendiri. Ada bersama Yesus sja mereka tidak percaya kepadaNya; apalagi kalau kita jauh daripadaNya.  Dengan keras Yesus menegor dia, lalu keluarlah setan itu dari padanya dan anak itu pun sembuh seketika itu juga. Yesus memang adalah Seorang yang penuh kuasa.

Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: 'mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?'. Para murid mengakui keberadaan dirinya. Apakah mereka merasa minder dan tersinggung dengan ucapan orang yang tidak dikenal itu?  Ia berkata kepada mereka: 'karena kamu kurang percaya'. Kepercayaan memampuan seseorang melakukan segala bagi dirinya sendiri dan juga sesamanya. Kekurangpercayaan para murid menghambat datangnya rahmat dan berkat bagi banyak orang. Ketidakpercayaan membuat seseorang tidak menjadi saluran berkat bagi sesamanya. 'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: pindah dari tempat ini ke sana, -- maka gunung ini akan pindah'. Iman menjadikan segalanya mungkin adanya.  'Takkan ada yang mustahil bagimu', tegas Yesus.  Sekali lagi, bila kita mempunyai iman kepercayaan. Sekecil apapun iman kita, akan mendatangkan berkat bagi kita. Iman Zakheus pun adalah amatlah kecil: hanya ingin melihat rupa Yesus, tetapi ternyata Yesus malah mau tinggal bermalam di rumahnya.

Bagaimana kita dapat mempunyai iman yang teguh? Bagaimana kita melatihnya?  Musa meminta orang-orang Israel untuk selalui ingat akan Tuhan (Ul 6). Sehabis melakukan segala sesuatu hendaknya kita selalu ingat akan Tuhan. Ingatan akal budi  akan peran Tuhan akan membekas dalam lubuk hati setiap orang. Semuanya itu akan membuat kita untuk selalu berani berkata dan berseru Tuhan dalam setiap peristiwa hidup ini. Terlebih-lebih, kita harus berani ingat akan sabda dan kehendak Tuhan. 'Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan,  haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun' (Ul 6: 6-7).

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, buatlah kami orang-orang yang mudah percaya kepadaMu, percaya akan sabdaMu. Sebab ketidakpercayaan dan keragu-raguan kami membuat diri ini tidak berdaya melakukan segala sesuatu, dan membuat perjalanan hidup ini semakin berat dalam menuju puncak. Yesus teguhkanlah kami. Santo Dominikus, doakanlah kami. Amin.

 

 

 

Contemplatio

'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: pindah dari tempat ini ke sana, -- maka gunung ini akan pindah'.

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening